Buku Puisi Baru D Kemalawati

Penyair Aceh, D Kemalawati, kembali melahirkan antologi puisi. Kali ini diberi nama Hujan Setelah Bara. Sebuah judul yang cukup merepresentasikan persoalan di Aceh. Kak Nong, begitu biasa rekan-rekannya yang lebih muda menyapa, sedang mengungkapkan sebuah kesaksian tentang Aceh, yang dulu terus-menerus panas, lalu kini telah menjadi negeri yang sejuk setelah diguyur hujan.
Buku setebal 240 halaman ini dieditori oleh kritikus sastra dari Universitas Indonesia, Maman S. Mahayana. “Dalam konteks kepenyairan Indonesia, D Kemalawati adalah penyair Indonesia yang tanpa disadarinya, latar kultur Aceh seperti lesap begitu saja dalam puisi-puisinya,” tulis Maman. Ada 200 puisi yang terhimpun dalam antologi ini.
D Kemalawati lahir di Meulaboh pada 2 April 1965. Sajaknya terkumpul dalam berbagai antologi bersama yang terbit di berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, beberapa tahun lalu, ia telah meluncurkan kumpulan puisi “Surat dari Negeri Tak Bertuan”.
Ia juga menulis novel dan cerpen. Novelnya “Seulusoh” terbit beberapa tahun lalu. Beberapa cerpennya dipublikasi di Serambi Indonesia, sebuah koran terbesar di Aceh. Cerpennya berjudul Lelaki Berbahasa Ibu terpilih sebagai finalis dalam lomba menulis cerpen guru tingkat nasional.
Kak Nong juga kerap menghadiri berbagai pertemuan sastra baik di Indonesia maupun di luar negeri. Terakhir, pada akhir Mei ini ia dijadwalkan akan mengikuti sebuah pertemuan sastra di Seol, Korea Selatan. “Buku ini kakak persiapkan untuk bisa dibawa ke Korea akhir bulan ini,” katanya lewat sms.
Bersama Lapena, sebuah lembaga kebudayaan yang dikelolanya, ia mengeditori dan menerbitkan sejumlah buku sastra. Kini, sambil bersastra, ia menekuni kesehariannya menjadi guru Matematika pada SMK Negeri 2 Banda Aceh. [MI | MUSISMAIL.COM]
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *