Pertemuan Pengarang Indonesia di Makassar

Bale Sastra Kecapi bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengakan Pertemuan Pengarang Indonesia 2012 di Makassar, Sulawesi Selatan, 25-27 November 2012. Forum yang berlangsung di Hotel Aston, Benteng Fort Rotterdam Makassar, itu semacam kongres atau musyawarah para pengarang Indonesia.
Menurut Kurnia Effendi, Ketua Pelaksana PPI 2012, dalam acara ini akan dibentuk forum di mana perwakilan pengarang dapat mengutarakan masalah-masalah yang berkait dengan diri, kelompok atau masalah umum yang berkait dengan dunia pengarang. “Lalu dibuat kesimpulan-kesimpulan jika perlu solusinya,” kata Kurnia dalam rilis yang diterima #infosastra, Minggu.
Pertemuan Pengarang ini juga merupakan kelanjutan atau puncak dari Temu Sastrawan Indonesia 2012 yang telah berlangsung di tujuh kota Indonesia. Para peserta pertemuan di Makassar adalah perwakilan pengarang dari 34 provinsi Indonesia. Mereka diusulkan oleh pengarang-pengarang di tiap provinsi dan diseleksi oleh panitia pusat. Setiap provinsi dapat mengirim dua hingga lima wakil.
Radhar Panca Dahana, penanggungjawab kegiatan ini, mengatakan kegiatan ini iadakan berangkat dari pemikiran perlunya semangat dan kesadaran baru di kalangan pengarang untuk berani menyatukan dirinya sebagai alat atau cara mereka membela diri dari tekanan yang tetap represif terhadap dunia kepengarangan maupun pengarangnya sendiri. “Semua trauma dan tragedi masa lalu harus berani didamaikan demi masa depan,” ungkap Radhar.
Menurut dia, pengarang Indonesia, sejak dulu terpecah-pecah menurut kelompok, keyakinan, dan kepentingannya masing-masing. “Sektarianisme dan komunalisme negatif kian kuat menggejala, sehingga perjuangan sastra secara kolektif sulit terselenggara. Akibatnya setiap pengarang harus berjuang dengan sendiri, bahkan sekadar untuk survive,” kata Radhar. [R]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *