Korrie Layun Rampan Jadi Ketua KCI

Sastrawan ternama, Korrie Layun Rampan, terpilih sebagai ketua umum Komunitas Cerpen Indonesia (KCI) periode 2012-2015. Penulis novel fenomenal “Upacara” ini terpilih secara aklamasi dalam Kongres Cerpen Indonesia (KCI) VI di Pinamorongan, Minahasa Selatan, pada 18-22 November 2012. Korrie menggantikan ketua lama, Ahmadun Yosi Herfanda. Kongres dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara.
Daerah asal novelis tersebut, Kalimantan Timur, juga terpilih sebagai tuan rumah KCI VII pada 2015. “Saya akan segera melengkapi legalitas kelembagaan komunitas ini dengan membentuk yayasan dan melaksanakan program-program yang dibutuhkan oleh masyarakat cerpen Indonesia,” kata Korrie pada sambutannya sebagai ketua baru. “Kami juga akan berusaha untuk melaksanakan kongres tepat waktu.”
Hajatan para cerpenis Indonesia itu berlangsung di kampus SMK Kartini Pinamorongan. Menurut kepala SMK tersebut, Dra Henny J Kapero MHum, kongres dilaksanakan atas kerjasama antara Komunitas Cerpen Indonesia dan SMK yang dipimpinnya, dengan sponsor tunggal PT Cargill, sebuah perusahaan kopra di Minahasa Selatan. “Selain itu juga atas dukungan seluruh warga dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Pinamorongan,” katanya.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana KCI VI, Drs. Kusnan, MPd, Kongres juga diisi Seminar Nasional bertema “Cerpen di Tengah Perkembangan Industri Kreatif”. Pembicara yang hadir, antara lain, Ahmad Tohari, Korrie Layun Rampan, Raudal Tanjung Banua, dan Ahmadun Yosi Herfanda, dengan moderator Waode Wulan Ratna, Zulfaizal Putera, dan Kusnan MPd. Selain itu, juga diisi pembacaan cerpen oleh Waode Wulan Ratna, serta pentas tari dan drama.
KCI VI diikuti oleh wakil-wakil cerpenis dari delapan provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Kegiatan itu juga diikuti sekitar 100 pengajar sastra dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka sepakat untuk ikut meningkatkan salah satu fungsi penting cerpen sebagai media pengajaran, dan ikut meningkatkan peran sosial-budaya cerpen dalam kehidupan masyarakat. [RILIS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *