Novel Sastrawan Aceh Dibedah di Piasan Seni

Novel karya sastrawan Aceh, Thayeb Sulaiman, akan dibedah dalam acara Piasan Seni Banda Aceh 2012 yang berlangsung di Banda Aceh, 28 Nopember hinggga 2 Desember 2012. Acara bedah novel yang masih berbentuk naskah siap cetak ini akan dilangsungkan di Museum Tsunami Aceh pada Minggu 2 Desember 2012, pukul 9.00 pagi sampai 12.00 siang.
Bedah naskah pracetak tesebut, menuurut Thayeb, akan dihadiri oleh aktivis beberapa komunitas menulis di Banda Aceh, di antaranya Sekolah Menulis Dokarim, Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh, Komunitas Jeuneurop, Komunitas Kanot Bu dan beberapa penulis senior di Banda Aceh.
Thayeb mengatakan novel tersebut menceritakan keadaan Aceh sekitar tahun 2021. Tokoh pembawa ceritanya adalah Teuku Bén Surén dan Cut Bénti Surénia. “Keadaaan adalam novel ini dilukiskan bahwa Aceh telah mengalami perubahan mutlak, diawali oleh perubahan pola pikir yang dirancang dan digerakkan oleh sebuah konspirasi rahasia yang disebut ‘Konsorsium Aceh Raya,” kata Thayeb Sulaiman yang juga dikenal Thayeb Loh Angen.
Sekitar tahun 2021, novel tersebut melukiskan, Aceh masih dalam NKRI, namun telah menjadi acuan pembangun fisik dan non fisik. Aceh telah menjadi pusat peradaban, seperti pernah terjadi di masa Kesultanan Aceh Darussalam.
“Gerakan yang mengubah Aceh secara total itu meletus pada 2016 yang disebut Revolusi Bungong Jeumpa, sebuah revolusi rakyat secara damai dan santun, tidak ada kekerasan dan tidak ada pertumpahan darah, sebuah revolusi yang dilakukan dengan manusiawi dan beradab,” kata Thayeb, akhir pekan lalu.
Teuku Bén Surén tanpa sengaja terlibat dalam revolusi ini. Setelah itu ia kembali ke kampungnya. Pada 2021 ia keluar dari kampungnya dan berkelana selama setahun. Ia mengelilingi Aceh dan melihat-lihat keadaan.
“Novel Aceh 2021 adalah apa yang dilihat oleh Teuku Bén Surén dalam perjalanannya selama setahun tersebut.” [RLS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *