Perlunya Perhimpunan untuk Sastrawan

Pertemuan Pengarang Indonesia yang diadakan di Hotel Aston, Benteng Fort Rotterdam, Makassar, pada 25-27 November 2012, menyadari perlunya dibuat sebuah perhimpunan profesi pengarang se-Indonesia. Ini mengingat berbagai masalah yang sering dihadapi para pengarang dan dunia kesusasteraan tanah air. Juga masih minimnya kepedulian pemerintah terhadap dunia kesusasteraan maupun kepada pengarang itu sendiri.
Selain itu, dalam pertemuan ini juga muncul usulan agar pengarang menjadi profesi resmi juga dirasa sangat penting kaitannya untuk posisi tawar, advokasi serta membangun kekuatan termasuk untuk mengatasi masalah-masalah non teknis seperti asuransi, fasilitasi, mencari pasar dan lain-lain.
Penanggungjawab acara PPI 2012, Radhar Panca Dahana selaku ketua Bale Sastra Indonesia, mengatakan dengan adanya perhimpunan tersebut diharapkan dapat mewadahi serta melindungi para sastrawan sekaligus budayawan termasuk menyalurkan aspirasi termasuk sumbang pemikiran terhadap elemen masyarakat.
Tujuan lain dari pertemuan ini sebagai bentuk upaya memperbaiki hubungan dan komunikasi antar sesama pengarang maupun kelompok yang terpecah-pecah, mengeliminir friksi-friksi serta membangun kekuatan bersama yang bertujuan memajukan kekusasteraan di Indonesia.
Sekitar 100 pengarang berbeda generasi dan genre mengikuti rapat yang dibagi dalam tiga kelompok dengan topik pembahasan: Estetika Sastra, Internal Sastra dan Eksternal Sastra. [R]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *