"Rindu Rendra" di TIM Jumat Malam

Sejumlah seniman akan tampil dalam Pergelaran “Rindu Rendra” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat, 7 Desember 2012, pukul 19.00-22.00. Acara yang diisi pembacaan puisi, monolog, musikalisasi puisi, pentas musik dan dramatisasi puisi itu menampilkan Wiendu Nuryanti, Noorca M. Massardi, Renny Djajoesman, Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Adi Kurdi, Clara Sinta, Jaid Saidi, Jose Rial Manua, SUdibyanto, Slamet Widodo, Linda Djalil, Bertha Cahyani, Haris Kertorahardjo, Teater RUba Panter Indonesia dan Lab Musik Jakarta.
Linda Djalil, salah seorang penyair yang dijadwalkan tampil, dalam blognya mengaku, ia diminta putrinya Rendra, Clara Sinta, untuk membacakan dua puisi karya ayahnya. “Salah satu puisinya yang akan saya baca adalah Pamflet CInta yang ditulis Rendra pada 28 April 1978 di Jakarta,” tulis Linda.
Willibrordus Surendra Broto Rendra dilahirkan di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935. Pendiri Bengkel Teater ini meninggal di Depok, Jawa Barat, pada 6 Agustus 2009. Ini dikenal seniman yang kritis, dengan puisi dan karya teaternya yang bisa memerahkan kuping kekuasaan.
Rendra mulai berkesenian sejak sekolah di SMP, dengan menulis puisi, cerita pendek dan drama. Puisi Rendra pertama kali dipublikasikan di Majalah Siasat pada 1952. Selanjutnya, puisi-puisinya terus mewarnai sejumlah majalah sastra dan budaya terkemuka ketika itu, seperti Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru.
Kumpulan puisinya antara lain Ballada Orang-Orang Tercinta, Blues untuk Bonnie, Empat Kumpulan Sajak, Sajak-sajak Sepatu Tua, Potret Pembangunan Dalam Puisi, Disebabkan Oleh Angin, dan Orang Orang Rangkasbitung.
Tak hanya menulis juga beraksi di panggung. Drama pertamanya berjudul “Kaki Palsu”. Ketika duduk di bangku SMA, naskah drama karyanya berjudul “Orang-Orang di Tikungan Jalan” meraih hadiah pertama Sayembara Penulisan Drama Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta.
Penghargaan lain yang diterimanya seperti Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956), Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970), Hadiah Akademi Jakarta (1975), Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976), Penghargaan Adam Malik (1989), The S.E.A. Write Award (1996) dan
Penghargaan Achmad Bakri (2006).
Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa seperti bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India. Ia kerap menghadiri beragam festival di luar negeri. [R]
Rindu Rendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *