Temu Pengarang Warnai Anugerah Novel DKJ

Diskusi dan Temu Pengarang dengan tema “Pengaruh sayembara novel DKJ bagi perkembangan Sastra Indonesia” akan digelar sore ini, Jumat, 14 Desember 2012 pukul 15.00-17.00 WIB di Loby Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Temu Pengarang yang merupakan bagian dari Malam Anugerah Sayembara Novel DKJ 2012 itu menghadirkan pembicara Anton Kurnia, A.S. Laksana dan Abidah el Khalieqy.
Selain temu pengarang, menurut Ratu Selvi Agnesia, Humas Dewan Kesenian Jakarta, dalam rilis yang diterima Info Sastra, juga diadakan Pameran Sejarah Sayembara Novel DKJ sejak 1974. Adapun pengumuman pemenang diadakan pada Jumat malam 19.30. Kini, Dewan Juri yang terdiri Helvy Tiana Rosa, Manneke Budiman dan AS Laksana telah memilih 20 novel nominasi dari sekitar sekitar 300 naskah novel. Dari 20 unggulan, juri akan memilih satu novel terbaik dan empat novel unggulan.
Sayembara Menulis Novel DKJ merupakan salah satu program utama Komite Sastra yang diadakan dua tahun sekali. Dimulai sejak 1974, program ini pernah mengalami masa vakum dan berganti nama menjadi Hadiah Buku Utama antara tahun 1983 sampai 1996. Pada 1997 Sayembara Menulis Novel DKJ diadakan lagi dan menghasilkan novel Saman karya Ayu Utami sebagai juara pertama. Sejak saat itu, novel-novel penting pun berlahiran kembali dari sayembara tersebut.
Tujuan utama Sayembara Menulis Novel DKJ memang untuk mendorong kelahiran novel-novel baru yang segar dan menawarkan pembaruan. Karena itu, menurut Ketua Komite Sastra Ahmadun Yosi Herfanda, sayembara ini penting untuk ditradisikan secara berkelanjutan untuk ikut merawat gairah penulisan novel di Indonesia, sekaligus membuka persaingan yang sehat dan terbuka bagi para novelis dalam memantik kreativitas dan ide-ide baru dalam penulisan novel.
Komite Sastra DKJ periode 2010-2012 mendapat kesempatan dua kali menyelenggarakan Sayembara Menulis Novel DKJ, yakni pada 2010 dan 2012. “Hal ini kiranya patut disambut gembira, karena sayembara tersebut merupakan event sangat penting yang selalu ditunggu oleh para penulis novel Indonesia, dan telah banyak menyumbangkan karya besar untuk kesastraan Indonesia,” kata Ahmadun. [R]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *