Pemenang Lomba Novel DKJ 2012: Andina Dwifatma

Andina Dwifatma berhasil menjadi pemenang utama Sayembara Novel DKJ 2012 dengan naskah berjudul “Semusim (dan Semusim Lagi)”. Pengumuman pemenang dilakukan dalam kegiatan bertajuk Malam Anugerah Sayembara Novel DKJ 2012 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat malam, 14 Desember 2012. Andina ketika ditanya InfoSastra lewat akun twitternya novel itu bercerita tentang apa, ia hanya berkomentar pendek: “(maunya sih) tentang eksistensialisme.”
Andina Dian Dwifatma, begitu nama lengkapnya, lahir di Jakarta pada 15 September 1986. Sehari-hari, ia bekerja sebagai wartawan di Majalah Fortune. Ia menghabiskan masa kecilnya di Jakarta dan Ternate. Lalu ia pindah ke Semarang dan kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro dan ditamatkannya pada 2009. Selama kuliah, ia rajin menulis kolom mingguan di harian Suara Merdeka. Andina salah seorang penulis novel Lenka, yang memang ditulis secara keroyokan dan terbit pada 2011. Ia juga penulis buku Cerita Azra (2011), biografi Azyumardi Azra.
Selain pemenang utama, Dewan Juri yang terdiri dari Helvy Tiana Rosa, Manneke Budiman dan AS Laksana juga memilih empat juara unggulan. Naskah yang terpilih sebagai karya unggulan itu adalah “Kei” (Erni Aladjai), “Simpul Waktu” (Sulfiza Ariska), “Dasamuka” (Junaedi Setiyono) dan Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya” (Ni Putu Dewi Kharisma Michellia).
Sebelumnya, Dewan Juri memilih 20 novel nominasi dari sekitar sekitar 300 naskah novel. Dari 20 nominasi itulah, juri memilih satu novel terbaik dan empat pemenang novel unggulan.
Kegiatan itu dihadiri oleh banyak sastrawan, seperti Martin Aleida, Sori Siregar, Danarto, Ahmadun Yosi Herfanda, Diah Hadaning, Abidah El Khalieqy, Anton Kurnia, Damhuri Muhammad, Zen Hae, Helvy Tiana Rosa, Fanny Jonathans Poyk. Juga Rukmi Wisnu Wardani yang menjadi pembawa acara.
Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta adalah salah satu program utama Komite Sastra yang diadakan dua tahun sekali. Kegiatan ini dimulai pada 1974. Program ini pernah mengalami masa vakum dan berganti nama menjadi Hadiah Buku Utama pada 1983 sampai 1996. Pada 1997 Sayembara Menulis Novel DKJ diadakan lagi dan menghasilkan novel Saman karya Ayu Utami sebagai juara pertama. Sejak saat itu, novel-novel penting pun berlahiran kembali dari sayembara tersebut.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong kelahiran novel-novel baru yang segar dan menawarkan pembaruan. Ketua Komite Sastra Ahmadun Yosi Herfanda, mengatakan sayembara ini penting untuk ditradisikan secara berkelanjutan untuk ikut merawat gairah penulisan novel di Indonesia, sekaligus membuka persaingan yang sehat dan terbuka bagi para novelis dalam memantik kreativitas dan ide-ide baru dalam penulisan novel. [R]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *