Ahlu Ngeyel Wal Nekat

Oleh Anis Sholeh Ba’asyin |
Konon, setelah terlibat dalam konperensi yang alot; George W Bush, Gordon Brown, Nicolas Sarkozy dan Vladimir Putin memutuskan untuk berlibur bersama. Berburu gajah di Afrika adalah pilihannya.
Menjelang malam, pada hari pertama perburuan, seekor gajah berhasil ditangkap. Karena jauh dari pemukiman, mereka putuskan untuk mengikat gajah tersebut pada sebatang pohon dan menjaganya secara bergantian.
Giliran pertama jatuh pada Brown. Setelah dua jam berjaga, dia membangunkan Sarkozy, dan pergi tidur. Sarkozy berjaga dua jam, membangunkan Putin, kemudian tidur. Putin berjaga dua jam, membangunkan Bush, kemudian tidur. Melihat semua tidur, Bush kembali tidur.
Esok harinya, semua bangun dan kaget melihat gajah sudah tak ada di tempatnya.
“Mana gajah itu?” tanya mereka pada Bush.
“Gajah apa?” Bush balik bertanya dengan kalem.
“Apa maksudmu dengan ‘gajah apa’?” mereka mulai marah pada Bush. “Bukankah kita ke Afrika berburu gajah?”
“Betul”
“Bukankah kemarin kita berhasil menangkap seekor gajah?”
“Betul”
“Bukankah kita mengikatnya ke sebatang pohon?”
“Betul”
“Bukankah kita sepakat menjaganya bergantian?”
“Betul”
“Bukankah Brown dapat giliran pertama?”
“Betul”
“Bukankah setelah itu dia menyerahkan giliran jaga pada Sarkozy?”
“Betul”
“Bukankah Sarkozy, setelah berjaga dua jam, lantas menyerahkan gajah itu pada Putin?”
“Betul”
“Bukankah kemudian Putin menyerahkan penjagaan gajah itu pada anda?”
“Betul”
“Nah, sekarang mana gajah itu?”
“Gajah apa?”
Dalam bahasa Jawa, sikap semacam itu disebut ngeyel. Ngeyel itu keras kepala mempertahankan kesalahan. Orang yang dianggap telah melakukan kesalahan dan sudah ditunjukkan kesalahannya, tapi tetap terus berusaha mempertahankannya; itu ngeyel namanya.
Kalau tidak muncul dari ketololan, sudah pasti sikap ngeyel muncul dari beban kepentingan. Cuma, yang harus dicatat, ketololan tidak harus dihubungkan dengan tingkat pendidikan, keluasan pengetahuan dan seterusnya; tapi mungkin lebih bisa dikaitkan dengan kecerdasan emosional.
Dan, seperti kita maklumi bersama, beban kepentingan sering membuat orang -setinggi apapun tingkat pendidikannya- kehilangan kecerdasan emosionalnya, dan terjerembab dalam ketololan.
Tapi tampaknya itu belumlah semua ceritanya. Gambaran tentang Bush diatas tidak hanya mendemonstrasikan kengenyelan, tapi juga kenekatan. Setidak-tidaknya nekat atas ngeyel tanpa dasarnya. Sekedar catatan: nekat sama sekali tak identik dengan berani, karena nekat itu produk keputus-asaan, kengawuran atau kegilaan.
Sangatlah jelas bahwa menghadapi orang ngeyel kadang bisa bikin naik darah. Apalagi bila sikap ngeyel ini dikombinasikan dengan kenekatan; percayalah, ini bisa membuat orang yang sangat sabarpun terusik.
Bayangkan saja bila anda harus berhadapan dengan orang yang nalarnya seperti nalar Bush dalam anekdot diatas: Marah? Sakit hati? Atau malah terbahak-bahak?
Nah, mari kita bayangkan bagaimana lucunya kalau tokoh Bush dalam anekdot tersebut kita ganti dengan nama-nama lokal, siapapun saja terserah pilihan anda secara langsung, bebas dan rahasia. Maka? Hahahaha..!
Hari : Jumat
Tanggal: 21 Desember 2012
Pukul : 19.30 sampai selesai
Tempat: Rumah Adab Indonesia Mulia
Jalan P. Diponegoro No 94 – Pati
bersama:
Alissa Wahid
Gunawan Permadi
Anis Sholeh Ba’asyin
Didik Supardi
Konyik
Orkes Puisi Sampak GusUran
Maleman Festival
“Pati Jazz Campursari”
“Stand Up Comedy”
Jam 19.30 – 20.30
ACARA INI UNTUK UMUM DAN GRATIS!
Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang diselenggarakan tiap Jum’at ketiga. Acara ini dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim pikiran untuk mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan, kemasyarakatan dan kebangsaan, yang selama ini cenderung cerai berai.
Kecuali dialog dan pengajian, juga akan ditampilkan pagelaran kesenian. Secara rutin Orkes Puisi Sampak GusUran akan menemani tampilan kelompok kesenian tamu yang diundang: bisa teater, monolog, baca puisi, wayang, musik, tari dls (pada dasarnya, kami menerima siapapun dan dari manapun untuk tampil di acara ini).
Bagi mereka yang bermukim di Pati dan sekitarnya, atau kebetulan berada di wilayah Pati, dipersilakan hadir. Acara ini memang dirancang untuk umum dan gratis. [SUMBER INFO: FACEBOOK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *