Seniman Warnai Peringatan Tsunami Aceh

Sejumlah sastrawan di sejumlah tempat mengenang peristiwa tsunami dengan cara mereka masing-masing. Di Jakarta, penyair asal Aceh Mustafa Ismail, Fikar W. Eda dan Wiratmadinata dijadwalkan membaca puisi-puisi tentang tsunami pada acara Sastra Reboan di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Desember 2012. “Akan ada pembacaan puisi mengenang tsunami oleh para penyair Aceh di antaranya Fikar W. Edha, Wiratmadinata, Mustafa Ismail dan kawan-kawan,” kata Zabidi Zay Lawanglangit, Kordinator Sastra Reboan.
Acara Reboan sendiri sebetulnya mengambil tema “Rindu Menulis Bulan”. Tema ini diambil dari kegiatan kali ini yang membahas dua buku, yakni kumpulan puisi Dharmadi “Jika kau Rindu Aku” dan buku puisi Wulan Sumiarsih “Menulis Bulan”. Pembacaan puisi tentang tsunami diselipkan dalam acara itu karena pada hari itu tepat 8 tahun peristiwa tsunami di Aceh.
Masih di Jakarta, sejumlah seniman juga akan tampil untuk memperingati peristiwa tsunami di lapangan serbaguna asrama mahasiswa Aceh Wisma FOBA, Rabu 26 Desember pukul 19.00 WIB. “Ada baca puisi,” kata Fikar W. Eda, yang juga dijadwalkan tampil di sana. Selain itu, ada pula penampilan musik Jroeh, nasyid, musikalisasi puisi dan tertimoni dari korban tsunami.
Sementara di Semarang, Surau Kami mengadakan pengajian sastra #NgajiTsunami2004 di rumah Kebudayaan itu di Jalan Tusam Raya 26, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Sejumlah seniman akan membacakan puisi dalam acara yang dimulai pukul 19.39 pada Rabu, 26 Desember 2012 itu. “Tamu dan undangan harap membawa korek api ketulusan,” kata Guspar Wong, motor komunitas itu.
Menurut Guspar, acara akan dibuka dengan opening statement oleh Sulis Bambang, lalu diikuti pembacaan puisi oleh Zubaidah Djohar (Aceh), Kurniawan Yunianto , Enggar Adibroto (Semarang), Galih Pandu Adi (Lasem), Didid Endro S (Jepara), Biyung Amie Williams (Ambarawa), Suhenx Nandang Wuyung, Teater Beta, Beranda Sastra IAIN, KMSI Undip, Openk Hysteria dan SurauKustik.
Di Aceh sendiri, peringatan tsunami akan dipusatkan di Museum Tsunami, di Jalan Iskandar Muda, Banda Aceh. Acara bertajuk “Kreasi dan Refleksi Delapan Tahun Tsunami Aceh” yang diadakan oleh 39 komunitas tersebut diisi dengan seni pertunjukan, pemutaran Film, pergelaran musik relegi dan musikalisasi puisi. Acara dimulai sejak pagi hingga sore. Acara tersebut juga menghadirkan pemeran tokoh Delisa dalam film Hafalan Salat Delisa yang dibikin berdasarkan novel Tere Liye. FIlm itu berkisah tentang seorang anak, Delisa, yang selamat dari tsunami. [R]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *