Puisi-Puisi Twitter untuk Mengenang Tsunami

Selama seharian kemarin, Rabu 26 Desember 2012, Info Sastra lewat akun twitter @infosastra menggulirkan ajakan membuat puisi tentang tsunami dengan hastag #puisitsunami. Lalu, puisi-puisi pun berdatangan begitu banyak. Tentu, tidak semua bisa dipilih, antara lain karena keterbatasan ruang.
Namun, pilihan ini – meski lebih dari 20 seperti pernah disebutkan admin @infosastra – bisa mewakili suara hati khalayak dari “dunia maya” terhadap musibah tsunami delapan tahun lalu di Aceh. Terima kasih kepada sahabat sastra yang telah berpartisipasi dan memberi empati pada saudara-saudara kita di Aceh.
Yati Octa Eviyanti @dealovie
TSUNAMI | Tsunami menyapa/Melabrak, meluluhlantakkan bumi rencong/Daratan tersapu/tetapi semangat kami tak pernah layu.
Mirza @Mirzaelfanda
ACEHKU | Maju oh Acehku/tak ada lagi lumpur yang bercampur darah/jangan sampai ada lumpur bening mengalir dari mata saudara-saudaraku, Acehku
muhammad sidiq @diqassidiq
BANGKIT | ombak tsunami 8 tahun lalu telah menjadi ombak semangat/dari keterpurukan/ kini kepompong telah menjadi kupu-kupu/Aceh telah merdeka dari kesedihan
Vita Marosa @vitamarosa
TIBA | angin dan hujan pun menutup suara/menanti masa tragedi yang tak pernah dinanti manusia/dia tiba/sang penakluk pesisir pantai
Mustafa Ismail @musismail
PENARI | kau akan terus berenang dalam gelombang/bertahun-tahun/seperti ikan-ikan di kolam/seperti belibis berkejaran/o penari
Mustafa Ismail @musismail
PENYAIR GELOMBANG | aku tetap mnulis nama-namamu kawan/meski kertas telah penuh/dan langit terbakar/terusknlah puisi-puisimu kawan
Risman Rachman @atjeh01
INILAH AIR | Inilah air, yang telah mgambil ribuan diri/sebagai sesajian/penyadar para wali/ untuk sepucuk daun damai/pengusir gersang musim perang.
Eduar Samaratungga @ESamaratungga
KERANDA | Serpihan luka menghujam dada/Pedih mengiris jiwa/Trauma melekat raga/ Bak berada di keranda/Diam,lumpuh, tak kuasa.
AliefMubarok @alif_dabaong83
LUKA | Sewindu yang lalu/ kekuasaan Tuhan menyapa tanah Rencong/ meninggalkan luka dan meluluhlantakkan asa
Tergembala.. @AllanNurrpiana
GEMURUH | sumbang suara bibirMu air/kala gelombang besar tuntun batas gemuruhMu/Memuncak tinggi buas jati diri
Neokapiten ! @neokapiten
KALAM ALAM | aku bernazar untuk bersenyawa puputan gelombang pasang dan karang/aku langlang demi remah anakku sayang
Neokapiten ! @neokapiten
NISAN | kami adalah fana/kami adalah bangkai/dan kami mengerti mengapa masjid Baiturrahman kokoh berdiri
Anton Rhs™ @AntonRhs21
KASIH TUHAN| Jangan terpaku ngeri pada kerasnya gelombang/Tuhan mengasihimu agar berlaku sabar dan mengagungkan kuasaNya
satria cahya p @satria_cahya
TEMU | merembes anyir dari debu bertebar/ merangsek segala remuk di penghujung maut/ kau aku menemu di tepi tiada
Mbahresho Budiarto @ferdiandreza
YANG LALU | Dalam refleksi bersih matamu/tersirat buas ganasnya raksasa lapar itu/yang lalu patahkan asa/Namun itu dulu
Dianing Widya @dianingwy
CAHAYA | Aku datang memelukmu,mencipta nestapa/hadirkan kasih tanpa batas/juga tanya/mengapa cahaya itu pudar/ seiring tsunami berlalu?
Midas Yitodubas @MidasYitodubas
LARUNG | dalam linang air mata kudamaikan dosa/dalam guncangan kulabuhkan duka/bersama ombak ini kularung seluruh murka
Rosikhah Al-Maris @rosevioly
HANYUT | tak pernah ku rasakan tubuhku seringan ini/aku pasrah/menyerah/bawa aku/meski terlambat/aku datang/menyusulmu sayang
Indra Dlian Permana @IndraDK_Echelon
PERINGATAN | untu bertaubat dari maksiat dan dosa yang telah memikat. Lalu, kembali padaNYA/untuk merajut doa-doa syuhada
Yasin @Jachine_Yasin
AIR MATA | Jemari waktu yang tak bisa menghapus air mata/jemari waktu yang tak bisa menghapus duka/aku tenggelam dalam bah
Inne Nurfaida @innenurfaida
ELEGI PAGI | minggu pagi/tak sadar langit bereligi/dan izrail menemanibumi/ semua pergi!/meninggalkan luka hati.
Aulia Rohendi @Auliyyaa
TIDUR | Tidurlah kembali/Kali ini bukan dengan jeritan dan ingatan-kilat-masa-lalu/Air tinggi tak pernah dirisaukan hati yang berserah
Aulia Rohendi @Auliyyaa
JANJI | Karena janji itu pasti/setiap yang bernyawa akan mati/maka mengapa masih kau tangisi?/dunia tak pantas kau sesali
PeriBahasa @hestidaisy
HILANG RUPA | Meraba tiada/Kita lupa lengkapnya/Bahkan doa/Sementara, ayat-ayat sekitar sudah berkata
MIRANDA SEFTIANA @MIRANDASEFTIANA
GELOMBANG | 8 tahun yang lalu, saat Serambi Mekkah dihempas gelombang nan garang/jutaan airmata luruh di sana/Ratusan jiwa pergi menghadapNya
MIRANDA SEFTIANA @MIRANDASEFTIANA
ACEH | Izrail datang membawa ketentuan/bak banjir masa Nabi Nuh/gelombang tsunami memupus harapan/menitip luka pada aneuk tercinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *