Tentang Bangunan Dasar Sebuah Puisi

Tidak ada teori naik sepeda, kata seorang sastrawan dalam sebuah buku tips menulis. Yang ada adalah belajar naik sepeda: ambil sepeda, naik, dan gowes. Jatuh-bangun itu hal biasa. Kami sepakat dengan “statement” itu: tidak ada teori untuk menulis puisi. Yang ada adalah teori untuk menganalisis/mengapresiasi puisi. Maka yang harus dilakukan adalah ambil pena, kertas, lalu menulislah.

Seri twit berikut yang sebelumnya diposting di akun Twitter @infosastra bukanlah teori menulis puisi, tapi semacam permakluman hal-hal dasar yang perlu diketahui oleh calon penulis puisi untuk menulis puisi. Ini hanya aspek teknis, yang dalam belajar naik sepeda seseorang harus diperkenalkan di mana rem dan bagaimana mengerem, lampu, kapan harus berbelok, bagaimana memutar, dan sebagainya.

Untuk menjadi penulis puisi yang baik seseorang harus terus berlatih, mengingkatkan kemampuan dan menambah wawasan. Membaca karya-karya orang lain, terutama yang terbit di koran edisi Minggu di media-media terkemuka yang tradisi penyeleksian puisi itu bagus, tentu menjadi keharusan yang tak terelakkan. Tidak sekedar baca, tentu, tapi ikut mempelajari bagaimana puisi-puisi itu ditulis.

Twit berseri di bawah ini — yang sering disebut oleh sementara orang sebagai kultwit, sebuah istilah yang sangat ngaur — berangkat dari program (belajar) puisi dengan merespon peristiwa-peristiwa di sekitar yang diadakan akun @infosastra. Kali ini, follower @infosastra diajak bermain-main dengan hujan sebagai ide dasar dalam menulis puisi dengan hastag #puisihujan.

Karya-karya yang dimention para follower pun luar biasa banyaknya. Namun, yang lahir adalah deretan kata-kata mirip laporan pandangan mata, uneg-uneg, keluh kesah, serta respon yang sangat verbal. Hanya beberapa — tidak sampai 10 — yang memenuhi syarat minimal untuk digolongkan sebagai puisi. Tentu itu belum memakai kriteria untuk menilainya sebagai puisi yang baik.

Dan yang menggembirakan, setelah muncul twit berseri ini di akun @infosastra, ada yang mulai memahami bagaimana menulis puisi. Mari simak saja:

1. Temans, masih ingat #puisihujan? Kami sdh membaca puisi-puisi itu tp hanya bbrp yg bagus, tak sampai 10, jd program ini kami lanjutkan.

2. Kenapa tdk sampai 10? Km menerapkan syarat yg makin tinggi utk #puisi. Ini maksudnya sbg proses pembelajaran | #puisihujan

3. Banyak puisi yg masuk tdk memenuhi kriteria sbgai #puisi, aplg disebut sbg puisi yg baik. | #puisihujan

4. Kembali kami ingatkan bhwa bangunan utama sbh #puisi adalah: 1. bunyi/irama 2. simbol/metafora 3. gagasan | #puisihujan

5. Kali ini kami hanya lbh fokus pd 2 hal pertama dulu yakni bunyi/irama dan simbol/metafora. | #puisi #puisihujan

6. Bunyi/irama dlm sebuah #puisi terbentuk dari kata-kaya yg dipilih (diksi) untuk dirajut jd puisi. | #puisihujan

7. Ini contoh irama (saya #puisi pendek Sitor Situmorang): MALAM LEBARAN | bulan di atas kuburan

8. Dlm #puisi Malam Lebaran (Sitor Situmoran) kt bs merasakan irama yg asyik: ada bunyi “an” pd kt bulan dipadu “an” di kuburan| #puisihujan

9. Simak bunyi “i” pd #puisi Sapardi Djoko Damono ini: waktu kau tidur darahmu bersikeras bermimpi/ttg denyut2 air yg membual dr rahim bumi

10. Tak skdar padu bunyi, pilihan kata yg membentuk bunyi hrs menghadirkan sebuah larik yg segar dan mengejutkan | #puisi #puisihujan

11. Karena segar dan mengejutkan, sehingga larik2 itu membuat pembaca berdecak “wah”, “gilak nih kata-katanya” dll. | #puisi | #puisihujan

12. Untuk segar dan mengejutkan ini, coba simak lg #puisi Sitor dan Sapardi tadi. Semua kata yg hadir begitu terukur dn manis | #puisihujan

13. Belajarlah menulis sebaris demi sebaris #puisi dg pilihan kata yg tepat utk membentuk irama yg padu, segar dn mengejutkan | #puisihujan

14. Contoh larik yg mengejutkan (ini bikinan sy sendiri): “ibu menanam hujan setiap pagi di halaman.”

15. Contoh larik tak mengejutkan: “ibu melihat hujan setiap pagi di halaman” | melihat adlh laku biasa, tak istimewa. | #puisi #puisihujan

16. Contoh larik mengejutkan: “dia melipat jalanan menjadi tempat bermain”| contoh lrk biasa: “ia selalu bermain di jalanan” | #puisihujan

17. Skrg soal simbol. Simbol adalah representasi dr gagasan atau sesuatu dr yg ingin kita katakan. | #puisi #puisihujan

18. Misal, #puisi Sitor Situmorang (lihat poin sblmnya) utk suasana buram di malam lebaran, ditulis “bulan di atas kuburan” | #puisihujan

19. Simbol umumnya benda2 spt bulan, hujan, matahari, malam, laut, pohon, rumah, halaman, bunga, kertas, dapur, dsb. | #puisi #puisihujan

20. Penggunaan simbol sgt tergantung pd konteks #puisi itu sdr. Lihat imbol “bulan” dlm puisi Sitor td dg simbol “kuburan” | #puisihujan

21. Simbol “bulan” (#puisi Sitor) umumnya digunakan utk suasana indah, tp ketika dipadu dg “kuburan”, keindahan itu jd muram | #puisihujan

22. Simbol hujan yg kerap digunakan suasana romantis, menyejutkan, rahmat, dll bs jadi sebaliknya. | #puisi #puisihujan

23. Simbol bahagia: “hujan mengirim kau ke dalam tidurku.” | simbol sebaliknya, duka: “hujan tak pernah reda di matamu”| #puisi #puisihujan

24. Begitu pula simbol-simbol lain. Simbol laut, misal, bs jd simbol ketenangan, bs pula ketakutan, bahkan bencana | #puisi | #puisihujan

25. Simbol positif: “aku ingin merenangani matahari di laut” | sebaliknya: “laut mengajak kau bermain-main dg maut” | #puisi #puisihujan

26. Namun simbol tdk terbatas suasana alam, kita bs menggali dan mengekplorasi simbol dg begitu luas dan bebas. | #puisi #puisihujan

27. Makin banyak benda/fenomena yg muncul, makin banyak simbol yg bs kita gali, baik dr keseharian kita maupun di luar | #puisi #puisihujan

28. Penyair dulu bermain-bermain dg simbol alam karena hanya itu yg akrab dgn mereka. Kini simbol2 dlm #puisi makin kaya | #puisihujan

29. Afrizal Malna misal (cari #puisi di google ya), mmakai simbol2 urban, spt arsitektur, truk peti kemas, minuman ringan, dsb| #puisihujan

30. Penyair Gus Tf Sakai (lihat #puisi di google) mengolah simbol daging dalam buku puisinya “Daging Akar”. | #puisihujan

31. Penyair Hanna Fransisca dalam buku #puisi Benih Kayu Dapur (2012) mengolah simbol seputaran dapur dan makanan. | #puisihujan

32. Intinya jangan berhenti pada simbol2 yg sudah klise, carilah simbol2 yg baru, yang segar, yg mengejutkan. | #puisi #puisihujan

33. Hal yg ingin dicapai dr sebuah karya kreatif, termasuk #puisi, memang sesuatu yg baru, segar dan mengejutkan itu.| #puisihujan

:: MI ::

Comments

COMMENTS

Leave a Comment

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>