Aceh Adakan Kemah Sastra Hamzah Fansuri

Institut Sastra Hamzah Fansuri (ISHF) akan mengadakan Kemah Sastra Hamzah Fansuri pada 22-24 Februari 2013 di Ujong Pancu, Banda Aceh. Ketua Kemah Sastra Hamzah Fansuri (KSHF) Zulfadli Kawom, mengatakan beberapa penulis Aceh, baik yang tinggal di Aceh maupun di luar Aceh, akan mengikuti acara ini.
Mereka yang dijadwalkan hadir antara lain Ampuh Devayan, Saiful Bahri, Apa Kaoy, Doel CP Alisah, Musmarwan Abdullah, Mustafa Ismail, Adli Abdullah, Herman RN, dan lain-lain. “Sastrawan Riau, Husnizar Hood, mengatakan juga akan menghadiri acara ini. Kami sedang berusaha menghubungi penyair Taufik Ismail dan Abdul Hadi WM untuk mengundang mereka menghadiri kemah kali ini,” kata Zulfadli yang juga ketua Balai Sastra Samudra Pasai.
Pada tahap pertama ini, kata dia, KSHF hanya diikuti 25 peserta yang menginap. Namun, tambahnya, terbuka lebih bagi peserta yang tidak bisa menginap ataupun bagi peserta perempuan yang diwajibkan meninggalkan perkemahan setiap harinya sebelum pukul 6 sore untuk keamanan semua pihak.
Menurut Zulfadli, dalam kemah ini perserta akan membaca ratib untuk Maulana Hamzah Fansuri dan muridnya Syamsuddin Sumatrani Pasai. “Kami sedang menghubungi Imam Besar Mesjid Raya Banda Aceh untuk memimpin ratib tersebut. Acara lainnya adalah mensyarah karya kedua maha guru tersebut, juga ada acara menulis selama perkemahan yang dibahas bersama untuk dibukukan,” kata Zulfadli.
Perkemahan tersebut, kata dia, akan dilakukan beberapa kali dalam setahun dengan pola dan tingkatan berbeda. Ia mengaku, selain acara tersebut, pihaknya sudah merancang perkemahan ke depan yang akan mengundang peserta dari luar negeri seperti Malaysia, Rusia dan Turki. “Acara ini kita laksanakan dengan meruripoh (patungan sesama peserta-red),” katanya.
Sekretaris Institut Sastra Hamzah Fansuri, Mirza Putra, mengatakan kemah tersebut salah satu program ISHF selain kelas menulis. “Perkemahan ini untuk mempelajari betapa besarnya warisan Hamzah Fansuri dan muridnya. Karya besar kedua pembangun peradaban Islam di Asia Tenggra ini sangat berguna bagi generasi Aceh sekarang dan ke depan. Pembukaan kemah ini adalah peresmian Institut Sastra Hamzah Fansuri,” kata Mirza. [R]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *