Merespon sejumlah pertanyaan di twitter @infosastra bagaimana mengirim puisi ke media, terutama koran, maka kami memposting twit berseri di akun twitter kami itu sebanyak 11 twit. Tentu format yang diposting di sini sudah mengalami editing, terutama kata yang disingkat di twitter, kami panjangkan sesuai seharusnya. Ada juga urutannya yang disempurnakan, karena ketika diposting di twitter terasa melompat.

Selain itu, yang tidak sempat diposting dalam twit itu adalah alamat media. Untuk media nasional, sejumlah media yang ada rubrik puisinya, antara lain Koran Tempo (email: ktminggu@tempo.co.id), Kompas (opini@kompas.co.id, opini@kompas.com, kompas@kompas.com), Suara Karya (redaksi@suarakarya-online.com, amiherman@yahoo.com, redaksisk@yahoo.com), Jurnal Nasional (redaksi@jurnalnasional.com, tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com), Seputar Indonesia (redaksi@seputar-indonesia.com, donatus@seputar-indonesia.com), Sinar Harapan (redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com) dan Suara Pembaruan (koransp@suarapembaruan.com).

Majalah Sastra Horison, yang terbit bulanan, sejak dulu juga punya rubrik puisi. Alamat emailnya: horisonpuisi@gmail.com. Adapun majalah lain, sudah jarang yang memuat puisi.

1. Kumpulkan bebeapa puisi dalam satu file (misalnya 10 puisi), di bawahnya sertakan biodata dalam bentuk narasi, alamat lengkap, nomor telepon, plus nomor rekening bank | #ngirimpuisi

2. Pastikan koran yang dikirimkan puisi itu ada rubrik puisi. Pengiriman biasanya lewat email. Lihat email koran tersebut di box redaksi koran itu. Boleh juga menelpon redaksi | #ngirimpuisi

3. Bagaimana tahu sebuah koran ada rubrik puisi? Baca edisi Minggu koran itu. Rubrik sastra (puisi, cerpen, esai) umumnya ada pada edisi Minggu | #ngirimpuisi

4. Jangan mengirim puisi-puisi yang sama ke lebih dari satu media. Baru boleh dikirim ke media lain jika sdh pasti tak dimuat di media yang dikirim sebelumnya | #ngirimpuisi

5. Waktu tunggu muat di media berbeda-beda, ada yang satu bulanan seperti Koran Tempo, ada yang lebih satu bulan. Biasanya, jika lewat 3 bulan tak ada kabar berarti itu tak dimuat | #ngirimpuisi

6. Lewat 3 bulan bisa dikirim ke koran lain. Tapi sebaiknya kirim email ke media itu bahwa puisi-puisi itu ditarik/dicabut. Lebih bagus lagi disertai puisi-puisi baru | #ngirimpuisi

7. Banyak penulis baru pada kiriman ke sekian puisinya dimuat. Maka jangan kecewa kalau puisi tak langsung dimuat. Belajar terus. | #ngirimpuisi

8. Baca puisi-puisi penyair lain yang dimuat di media. Simak dengan seksama dan pelajari bagaimana mereka menulis puisi | #ngirimpuisi

9. Sangat dianjurkan tak hanya membaca puisi yang muncul di koran daerah, juga banyaklah membaca puisi-puisi yang dimuat koran nasional, bahkan media asing. | #ngirimpuisi

10. Bergaul dengan para penyair juga sangat berguna untuk saling berdiskusi dan bisa menambah wawasan penulis pemula. | #ngirimpuisi

11. Twit-twit dasar menulis puisi (ada beberapa seri) sila baca di TL kami sebelumnya atau di http://infosastra.com . Sekian. | #ngirimpuisi

Baca juga:
Tentang Bangunan Dasar Sebuah Puisi
Twit Berseri tentang Puisi