Memetik Impian dari Tangkainya

Memetik Impian dari Tangkainya adalah puisi karya Remmy Novaris DM. Puisi ini dibacakan oleh lima penyair dalam acara Membaca Sastra Membaca Bangsa di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2013. Penyair yang membacakan puisi itu secara bersama-sama adalah Mustafa Ismail, Nia Samsihono, Anisa Afzal, Remmy Novaris DM dan Fatin Hamama.

MEMETIK IMPIAN DARI TANGKAINYA

Pada awal mulanya kita hanya membaca
setiap tanda dari percakapan sederhana
antara daun dan angin yang berhembus
di sepanjang musim ketika kuntum bunga
merekah dan menebarkan serbuknya

di sana harumnya tersebar melampaui
batas cakrawala dan impian
karena tersebar di delapan penjuru angin
hingga kita dapat menghirupnya
dengan penuh kesyahduan

di sana kita pun melihat kupu-kupu dan kumbang
berayun-ayun sambil menghisap madu sari
berkisah tentang kepompong yang dipintal
oleh larva yang menggeliat-geliat di dalamnya
terajut menjadi benang-benang sutra

sejak saat itu, kita memahami makna
kelembutan dan kelenturan kehidupan
tak dapat diretas dari sebuah keyakinan
jika tak diuraikan dengan sepenuh impian
pada sebuah ruang yang nyata

kita pun kemudian menyimpan seluruh peristiwa
ke dalam ruang pustaka kenangan untuk selalu
kita bacakan bersama seperti sebuah dongeng
dengan kisah yang tak pernah selesai ditulis
sekalipun dengan bahasa-bahasa puisi

dan ketika anak-anak kita menyeberangi
ruang-ruang pustaka kenangan
dengan tapak-tapak kecilnya yang lucu
kita pun mengajarkan kepada mereka
menyeberangi setiap kesangsian
dengan membaca dari setiap peristiwa

kita pun mengajarkan kepada mereka
bagaimana memetik impian pada musimnya
seperti memetik bunga dari tangkainya
dengan bahasa yang sederhana
di antara percakapan daun dan angin
dan melukis pelangi di dinding harapan

maka di sana, harapan akan terentang
seluas cakrawala yang membiaskan
impian yang tidak akan pernah selesai
kecuali kita menuangkannya penuh
keyakinan ke dalam sebuah dunia nyata

dari dunia yang nyata itu pula
nafas kebudayaan dihembuskan
menjadi sebuah peradaban
di mana harkat manusia diletakkan
dengan penuh keagungan yang sesuai
dengan fitrah yang diberikan oleh-Nya

peradaban adalah setangkai bunga impian
dapat kita petik dengan penuh keharuman
dari sejarah manusia yang panjang dan
tersimpan di perpustakaan kehidupan
sebagai rahmat yang tak ada habisnya
selalu bersemi setiap waktu dan zamannya

Jakarta 2013 | Remmy Novaris DM

Comments

Leave a Comment

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>