Asean Literary Festival 2015: Puisi dari Taman Menteng

Taman Menteng, Jakarta, Minggu, 15 Maret 2015. Langit cerah sore itu. Matahari hangat. Sejumlah orang
berkumpul pada sebuah tempat. Mereka sedang menonton dan terlibat dalam pesta puisi di Taman alias “Poetry in the Park. INi adalah bagian dari pembukaan ASEAN Literary Festival (ALF) 2015. Namun tiba-tiba cuaca tak bersahat. Hujan mendadak turun. Mereka berhamburan ke ruang kaca, masih di areal itu.
Di ruang kaca itulah puisi-puisi dilafalkan, dengan khusuk dan riang. Sejumlah penulis, penyair, dan akademisi sastra ikut membacakan puisi. Para penikmatnya ada aktris, pegiat teater, pekerja LSM, aktivis budaya, dan masyarakat umum. Hadir pula, antara lain, Duta Besar Inggris Moazzam Malik.
Novelis dan Direktur Program festival ini, Okky Mandasari, membuka ALF 2015 dengan “Puisi di Taman”. Para penampil dalam rangkaian baca puisi santai ini antara lain penyair Josephine Chia dari Singapura, dan Idriss Bouskine dari Aljazair, penulis Tommy F Awuy, dan Sarasswati Dewi dari Indonesia, selain Okky. Tampil pula pula aktris Dinda Kanya Dewi, para pegiat sastra dan budaya seperti Steve Elu, Andi Gunawan, Bernard Batubara, Bentara Bumi, Komunitas Sastra Kalimalang, dan puluhan hadirin yang sebagian besar anak muda.
Menurut Okky, Kaum belia menjadi salah satu sasaran utama festival ini. “Kami secara khusus melibatkan banyak penulis muda berbakat yang masih belum mendapat banyak kesempatan selama ini. Itu komitmen utama ALF sejak awal,” Okky. Kegiatan ini mengambil tema “Questions of Conscience.” “Ini merupakan respons atas dinamika global danperkembangan zaman, terutama terkait dengan laju konsumerisme dan perkembangan teknologi informasi,” tutur Direktur ALF, Abdul Khalik.
ASEAN Literary Festival ke-2 digelar pada 15-22 Maret mendatang di berbagai tempat di Jakarta. Selain pembukaan yang diwarnai puisi di Taman Menteng itu, acaranya antara lain tur sastra ke sejumlah tempat, diskusi, lokakarya, baca karya, pemutaran film dan laain-lain.Sementara sejumlah acara pokok berlangsung di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 19-22 Maret 2015, berupa diskusi, workshop sastra dan pertunjukan, termasuk konser pianis dunia, Ananda Sukarlan.
Ada pula kuliah umum alias orasi Ma Thida seorang penulis dan aktivis HAM Burma yang pernah menjadi tahanan politik. ALF 2015 ini melibatkan para sastrawan dari 20 negara meliputi negara-negara Asia Tenggara, Cina, Korea
Selatan, Australia, Aljazair, Jepang, Jerman, Norwegia, Amerika Serikat dan India. Menurut Okky, ALF memang
diarahkan untuk “menjadi ruang bertemu tidak hanya bagi sastrawan Asia Tenggara tapi juga sastrawan dari
belahan dunia lain.” [R | bbc.co.uk]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *