Tjahjono Widarmanto: Perempuan Gendut dan Puisi Lainnya

Tjahjono Widarmanto lahir di Ngawi 18 April 1969. Ia sangat produktif menulis puisi dan esai di berbagai media, termasuk ke Malaysia dan Brunai Darussalam. Puisinya juga tersebar dalam banyak buku kumpulan bersama. Buku puisinya yang telah terbit adalah Di Pusaran Angin (1997), Kubur Penyair (2002) dan Kitab Kelahiran (2003). Kini ia tinggal di Ngawi sambil menjadi guru sebuah SMA dan dosen perguruan tinggi swasta.

BERCAKAP-CAKAP TENTANGHASRAT
*) mencatatGilles Deleuze

1/
ia membaca tubuh-tubuh itu.tubuhtanpa organ
mesin hasrat yang terpilin darisemacam sel atau telur
menetas, berubah wujud danmenumbuh
menjadi sesuatu yang tampak utuhseperti puzle
sejatinya terpisah serta terusmenerus bergerak menuju entah

hasrat yang sembunyi di balikkerang
katup yang terbuka dan menutup
saat mata terbuka atau terpejam
tak peduli itu tanda atau makna

2/
ia merasa amat bahagia sepertibayi
yang melompat dari lumpur ketuban
yang belum peduli denganpembenaran-pembenaran
sebab baginya tak ada yang barudari kelahiran dan kematian
segalanya hanya sekedar tiraitersingkap menampakkan yang tersembunyi

semenjak bayi, hasrat telahmeletup-letup
seperti nasib yang selalu kelirudiramal
persis sebuah revolusi ataureformasi yang sibuk menemu pintu

segalanya selalu merambat bersamawaktu
ia merasa manusia harus taklukpada dunia yang lain

3/
hasrat seperti kurcaci yang tiwikrama
tak satu pun bisa memeluknyadengan hangat
saat melompat-lompat sepertikatak
berayun-ayun dari yang berubahdan yang terjadi
muncul dari yang tak terdugamenuju nyata
temukan habitatnya sendiri sarangtempat
mendewasakan segala olah pikir,keinginan dan birahi

4/
sesuatu yang tampak nyata taksanggup dipahami
walau sudah dibahasakan dengansepeti makna

segala ingatan dan pengalamanluput digenggam
sebab makna melarikan diri kaburdari peristiwa

5/
ia suka permainan itu
semacam petak umpet yang takpunya satu peraturan
titik yang selalu bergerak darisatu garis lengkung ke lengkung lain
mirip bintang alihan, bergesersepanjang masa
melacak makna dan mengikatnya

6/
ia sudah diramal oleh seorangperamal botak dan homo
disabda menjadi seorang santoatau rahib atau brahmana

karena hasratnya yang meluap iadikutuk menjadi kitab
rujukan para musafir yang mencaripeta dan pulau

namun, ia menolak menjadi mitosdan menggantung lehernya di pintu rumah
tangannya yang mengepalmenggenggam sebuah wasiat
: ini cuma sekedar hasrat dan sebuahperistiwa!

(surabaya-ketintang)

Catatan:

Gilles Deleuze adalah seorang filsuf Perancis,yang pernah diramal Michel Foucault akan menjadi tonggak perjalanan filsafatdunia.

Deleuze melahirkan ‘filsafat hasrat’ yangmendorong lahirnya berbagai teori baru dalam seni, sastra, politik, sejarah danseksualitas. Gagasannya tentang ‘hasrat’ ini juga memicu suatu revolusimendasar dalam cara berpikir.

Deleuze meninggal bunuh diri pada 4 November 1995.

MEMANDANG SORE

setiapsore melihat pekarangan rumah menjenguk bunga-bunga
ataurumput menguning gugur di bawah bayang-bayang pohon
berserakdi sela-sela bekas jemari kuku kaki
akujadi ingat waktu dan tunas-tunas pisang, ladang-ladang serta tepian sungai
: jugaengah nafas memburu saat kita tergesa-gesa berciuman di pelataran candi

menginginkansihir cinta lebih nyata dari keindahan lukisan
adalahsesuatu yang muskil seperti sejarah yang memudar
walaubisa dicatat sebagai puisi namun tak bisa diharapkan melahirkan keajaiban

setiapkenangan berlalu, malaikat selalu menghibur,
”kau tak perlu sedih kehilangan sebab terlampau banyak yang engkau inginkan.”
makaaku pun menunda meneguk kopi, bergegas ke museum atau situs-situs kraton
menuliskankembali prasasti dan ingatan
:kehilangan harus selalu dicatat agar tak tumbuh jadi cita-cita palsu

melepas sore di malam hari,selalu saja tersentak bangun
mengingat sejarah yang hilang
televisi yang lupa dimatikanberisik dan berbisik
“tak perlu tersipu dengankesedihanmu!”
tersentak termangu teringat masalalu yang berbahaya
semakin tak bisa berkelit:aku-kau dikutuk rindu.

(ngawi-klitik)

SEPATU KERJA

iaselalu membuatku mabuk serupa pelaut muda diplonco di kapal oleng
memaksakuselalu tergesa dan lupa pulang, lupa pada petang
senyumsekaligus kemarahan istriku selalu kau sembunyikan dalam lubang apekmu
tungkaikakiku selalu goyah diburu kalender dan panik yang mengambang

kaumembuatku selalu lupa terpejam
tak memberikugiliran berlama-lama di kamar mandi
menggelembungkansabun, sambil bersiul lagu-lagu nostalgia.
selalumembuat sisa-sisa sabun mengembun di belakang telinga
handukdan celana dalam pun selalu lupa tertinggal

kau takmau aku jadi undur-undur yang berjalan surut ke liang
padahalaku membutuhkan tempat untuk meringkuk bertapa
kauselalu menginginkan aku menjadi kuda nil yang rakus
sepertimasa kanak-kanak yang mengulum menelan apa saja
yanglupa membedakan air selokan dan arus sungai
kau punmenolakku jadi kura-kura sebab tak ada lari dalam lamban

kauselalu membuat terjaga dan bertanya-tanya
“ini jam berapa? ini tanggal berapa?”
lupaakan kantuk dan membuat secangkir kopi selalu tertunda
selalumembawa raung sirene masuk menerobos lamunanku

sungguh,di suatu pagi aku ingin menemukanmu
alasmumengelupas dan berlubang tak bisa ditambal lagi
: akupun akan punya argumen logis pada istriku
untuk menghayutkanmu di arus jeram sungai .

(ketintang)

PEREMPUAN GENDUT DI KAFE

aku tak pernah sempat mencaritahu mengapa betah berlama-lama di pojok kafe ini
tak ada alunan musik baik yangmenghanyutkan atau mnghentak-hentak lamunan
kopinya tak juga istimewa, birdan roti bakarnya pun amat biasa

siang hari pukul 12.45 tak banyaktamu datang berpasang-pasangan
perempuan itu pun datang seorangdiri: perempuan gendut
selalu dengan gaun warnamencolok. hari senin tiga hari lalu mengenakan
gaun merah menyala, rabu memakaigaun kuning muda dan di hari jumat ini oranye

selalu saja wajah dan tubuhgendut itu berkeringat berkilat
mengingatkan pada bekas-bekasgelembung sabun saat mandi
seperti juga kafe ini, perempuanitu biasa saja,.yang membuatnya tak biasa
ia tak pernah peduli dengangendutnya tambah gembrot sebab warna gaun
yang mencolok dan ketat memetakanlipatan-lipatan

si gendut itu selalu duduk dipaling pojok.memesan kopi atau sebotol bir
merokok tanpa henti bersenandungsendiri sambil menulis di kertas-kertas tisue,
pukul 15.45 menjelang sore iaberanjak pulang meninggalkan sobekan-sobekan tisue

Agaknya dia jatuh cinta- pikirku.setidaknya ada kencan dengan kekasih
yang tak pernah hadir dalampenantiannya. Atau-ia pasti sedang patah hati.
tidak,pikirku, perempuan itu pasti sedang menunggu jodohnya.
berharap seorang pangeran yangsudi tertarik dengan gendut seorang perempuan.-

aku pikir ia menulis puisi-puisicinta di kertas-kertas tisue itu.sajak kangen dan bunga
atau setidaknya kata-kata mutiarameneguhkan hati yang sedang bengkok di penantian

sabtu, sengaja kutinggalkan cafepaling akhir memunguti serpihan tisue itu
tak ada sajak cinta,tangis patahhati atau kata-kata mutiara
hanya ada angka-angka, garislingkar.gambar bintang, pisau. rajah dan selarik kalimat
:ini peta pulau rahasia tempatkitab primbon perempuan gemuk disimpan!

(ngawi)

Comments

COMMENTS

  • Assalamu”alaikum wr wb
    puisi anda bagus pak ,,
    saya iqbal maulana , seorang putraaceh yang sedang haus akan ilmu menulis ,, dapatkan anda memeberi saya tips2 agar menjadi seorang penulis yang handal ,, syukran :)

Leave a Comment

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>