Sastrawan Aceh Sadri Ondang Jaya Tulis Buku Sejarah Singkil

Penulis sastra Aceh, Sadri Ondang Jaya, menulis buku untuk generasi muda berjudul “Singkil dalam Konstelasi Sejarah Aceh”. Buku itu diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Buku itu mengisahkan tentang kehebatan dan kejayaan Singkil di masa lalu serta hubungannya dengan kejayaan Kerajaan Islam Aceh Darussalam.

“Buku ini memaparkan dengan jernih kronika dan heroik perang antara pasukan Belanda dengan rakyat Singkil. Sehingga memunculkan pahlawan-pahlawan kesuma bangsa termasuk sosok pahlawan wanita, Siti Ambia namanya,” kata putra Singkil Utara itu dalam keterangan pers yang diterima Infosastra.

Buku setebal 304 halaman ini juga mengisahkan pernak-pernik dan dinamika, falsafah hidup orang Singkil dan sejarah Kerajaan Singkil serta hubungan dengan kerajaan Islam Aceh Darussalam. Buku tersebut juga mengungkap secara gamblang kisah dua ulama yang tidak saja tersohor di Nusantara tetapi juga di mancanegara yakni Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Abdurrauf yang keduanya putra Singkil.

“Kedua ulama ini sangat berpengaruh di Kerajaan Islam Aceh Darussalam. Merekalah yang menata peradaban dan kehidupan sosial kemasyarakatan plus budaya di Kerajaan yang pernah dipimpin oleh Iskandar Muda, sehingga kerajaan itu, menjadi kerajaan Islam terbesar di dunia,” jelas Sadri yang juga pernah menjadi “kuli tinta” di Koran Kampus Unsyiah, Tabloid Gema Baiturrahman, Harian Serambi Indonesia, dan Harian Rakyat Aceh itu.

Sadri Ondang Jaya lahir di Gosong Telaga Selatan, Singkil Utara, Aceh Singkil pada tanggal 12 Agustus 1969. Pekerjaannya guru. Karena kurang “serasi” menjadi birokrat, apalagi yang tidak sesuai dengan latar belakang ilmunya, beliau memilih kembali menjadi pelayan guru dan murid di kelas dan di luar kelas. “Sepertinya melayani murid lebih enjoy dan menyenangkan,” ujarnya.

Sadri dikenal sebagai seorang penulis sastra, khususnya cerita pendek, cerita anak, dan esai. Ia salah satu penulis yang meramaikan sastra di Aceh pada era 1990-an bersama para penulis sastra lainnya seperti Sulaiman Juned (sedang menempuh kuliah doktor seni di ISI Solo), Mustafa Ismail (penyair dan anggota Dewan Kesenian Depok, Jawa Barat), J Kamal Farza (pengacara di Jakarta), Jarwansah (mantan Kepala BPBD Aceh dan kini di BNPB Jakarta), Ansor Tambunan (Kutacane), Deny Pasla (Kuala Simpang), Win Gemade (Takengon), Anhar Sabar (alm), dan lain-lain.

Lulus kuliah dari FKIP Unsyiah di Banda Aceh, suami dari Eva Rinawati, ayah dari Muhammad Hadi Akbar dan Muhammad Faiz Nabilla ini, kembali ke Singkil dan menjadi abdi negara. Di sana, Sadri pernah menjadi Kabag termuda di Sekdakab Aceh Singkil, yaitu Kabag Humas, Protokoler, dan Infokom. Ia juga pernah bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Aceh Singkil.

Laki-laki berpenampilan sederhana ini tidak pernah diam. Hobinya selain membaca juga menulis. Ia juga aktif di organisasi dan duduk sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD-II KNPI Aceh Singkil. [R]

Comments

Leave a Comment

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>