Novel All the Light We Cannot See Raih Pulitzer

All the Light We Cannot See karya Anthony Doerr meraih penghargaan Pulitzer 2015. Ini adalah penghargaan bergengsi yang mengambil nama Joseph Pulitzer yang diberikan kepada jurnalistik, sastra (puisi dan fiksi), karya nonfiksi, drama, dan musik. Pengumuman penghargaan yang digagas pertama kali pada 1917 itu dilakukan di Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat, pada 20 April 2015.

Dalam novel setebal 530 halaman ini, Anthony Doerr mengisahkan tentang Marie-Laure, gadis cilik yang mengalami kebutaan ketika berusia enam tahun. Lalu, sang ayah membuatkannya sebuah minitatur sempurna tentang lingkungan kompleks rumah mereka yang ada di Paris, dekat Museum of Natural History. Itu dilakukaagar Marie bisa mengingat lokasi rumahnya dengan tepat.

Saat berusiadua belas tahun, pasukan Nazi menduduki Perancis. Itu membuat Marie dan ayahnya memutuskan terbang ke benteng Saint-Malo. Di sana, mereka mengunjungi rumah paman Marie. Sang Paman tinggal sendiri di sebuah rumah dekat laut.

Selain kisah, Marie, novel juga mengisahkan tentang Werner, seorang pemuda yatim piatu di sebuah kota pertambangan Jerman. Ia tengah berjuang hidup bersama adiknya. Ia sangat tertarik pada sebuah radio sederhana yang mereka temukan. Tak disangka-sangka, ketrampilan Werner makin berkembang dalam hal membuat dan memperbaiki berbagai benda-benda teknologi baru. Nah, bagaimana akhir lanjutan cerita, dan bagaimana pula hubungan kedua kisah tersebut? Inilah yang menjadi salah satu kekuatan novel ini.

Adapun para pemenang Pulitzer lainnya adalah sebagai berikut:

Jurnalistik

Pelayanan Umum: The Post and Courier of Charleston, South Carolina
Berita Terkini: karyawan The Seattle Times
Liputan Investigasi: Eric Lipton dar The New York Times dan karyawan The Wall Street Journal
Liputan Penjelasan: Zachary R. Mider dari Bloomberg News
Liputan Lokal: Rob Kuznia, Rebecca Kimitch dan Frank Suraci dari Daily Breeze of Torrance, California
Liputan Nasional: Carol D. Leonnig dari The Washington Post
Liputan Internasional: karyawan The New York Times
Penulisan Feature: Diana Marcum dari Los Angeles Times
Komentar: Lisa Falkenberg dari Houston Chronicle
Kritik: Mary McNamara dari Los Angeles Times
Penulisan Tajuk Rencana: Kathleen Kingsbury dari The Boston Globe
Karikatur: Adam Zyglis dari The Buffalo News
Foto Berita Terkini: karyawan foto St. Louis Post-Dispatch
Foto Cerita: Daniel Berehulak, juru foto paruh waktu, The New York Times

Karya tulis dan Drama
Fiksi:

All the Light We Cannot See oleh Anthony Doerr (Scribner)

Drama:
Between Riverside and Crazy oleh Stephen Adly Guirgis
Sejarah: Encounters at the Heart of the World: A History of the Mandan People oleh Elizabeth A. Fenn (Hill and Wang)

Biografi:
‘The Pope and Mussolini: The Secret History of Pius XI and the Rise of Fascism in Europe oleh David I. Kertzer (Random House)

Puisi:
Digest oleh Gregory Pardlo (Four Way Books)

Nonfiksi Umum:
‘The Sixth Extinction: An Unnatural History oleh Elizabeth Kolbert (Henry Holt)

Musik
Anthracite Fields oleh Julia Wolfe (G. Schirmer Inc.)

[R | BBC.CO.UK | BREAKTIME.CO.ID]

Comments

Leave a Comment

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>