Seniman Bincangkan Pahlawan di Tangerang Selatan

Komunitas seni di Tangerang Selatan mengadakan diskusi bertema pahlawan di Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu, 15 November 2015 pukul 14.00. Salah satu penggagas, Mahrus Prihany, mengatakan kegiatan itu dalam rangka hari pahlawan. “Temanya reinterpretasi konteks pahlawan dalam perspektif gender dan budaya,” kata Mahrus di Pamulang, Sabtu malam, 14 November 2015.
Tema itu dipilih, menurut Mahrus, karena konsep pahlawan harus didefinisi ulang sesuai dengan konteks kekinian. Ia menilai selama ini pahlawan lebih banyak laki-laki, sangat jarang yang perempuan. Kedua, pahlawan lebih banyak dari orang yang berperang. Padahal pahlawan bisa siapa saja, tidak hanya yang mengangkat senjata. “Konteks pahlawan itu harus ditafsirkan ulang lagi,” tutur Ketua Komunitas Indonesia (KSI) Tangsel itu.
Menurut dia, siapa saja bisa jadi pahlawan, termasuk sastrawan dan budayawan. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Dewi Nova Wahyuni, aktivis Perempuan Berbagi, dan Ketua Umum Dewan Kesenian Tangsel Shobir Poer. “Dewi Nova membahas pahlawan dalam konteks gender dan Pak Shobir membahas dalam konteks budaya,” ujar Mahrus lagi.
Acara ini, Mahrus menambahkan, hasil kerjasama KSI Tangsel, Perempuan Berbagi, Gerbang Indonesia, Dewan Kesenian Tangerang Selatan, Teroka Indonesia, dan Sarang Matahari. Lokasi acara di Sanggar Lukis Gerbang Indonesia di Perumahan Griya Jakarta, Blok C1 No. 4 Pamulang. “Seratus meter dari gerbang perumahan Griya Jakarta. Sebelah kiri,” tutur Yakub Kelana, Ketua Gerbang Indonesia, yang dikenal sebagai pelukis ini. [R]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *