Sore Ini Dikusi Sastra Merekam Bencana di TIM

Mewarnai Malam Anugerah Sayembara Manuskrip Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2015, sore ini, Selasa, 22 Desember 2015 diadakan diskusi “Sastra Merekam Bencana” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Acara yang dimulai pukul 16.00 itu menghadirkan pembicara Yahya Andi Saputra (Jakarta) dan Mohd Riswan R dari Simeulu, Aceh. Diskusi ini dipandu oleh Fikar W. Eda, Ketua Komite Sastra DKJ.
Menurut Fikar, sastra telah memperlihatkan fungsinya yang merekam setiap peristiwa. Sastra tutur nandong-smong dari Simeulu, Aceh, misalnya, bahkan telah mengubahnya menjadi sistem peringatan dini bencana yang menyelamatkan manusia pada peristiwa tsunami 2004. “Indonesia adalah daerah rawan bencana. Dari Betawi ada hikayat Kramat Karem, yang merekam kampung hilang akibat letusan krakatau pada 1907,” tutur dia.
Masih dalam rangkaian itu, pada malamnya, akan ditampilakan kedua kesenian itu yakni nandong-smong dan hikayar dari Betawi itu. Malam Anugerah diadakan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Sementara di lobi Teater Kecil sejak kemarin (Senin, 21 Desember) digelar pamerah perjalanan puisi Indonesia yang menghadirkan puisi-puisi panyair Indonesia lintas generasi. [R]
BACA JUGA:
Pameran Awali Malam Anugerah Manuskrip Puisi
Pemenang Manuskrip Puisi DKJ Segera Diumumkan
Lomba Manuskrip Buku Puisi DKJ Diserbu 572 Naskah

2 thoughts on “Sore Ini Dikusi Sastra Merekam Bencana di TIM

  1. Aksi dari seniman dan publik figur yang bisa memberikan pelajaran supaya masyarakat tahu Indonesia rawan bencana yang telah terjadi di negeri ini, dan mereka bisa menjadi peduli ketika ada musibah bencana yang datang untuk melakukan mitigasi dan tanggap bencana
    Salam Peduli Bencana, #lLetsACT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *