Seniman Aceh Peringati 11 Tahun Tsunami

Sejumlah seniman Aceh mengadakan peringatan 11 tahun peristiwa tsunami Aceh dengan beragam acara. Di Museum Aceh, Banda Aceh, hari ini, Sabtu 26 Desember 2015, pukul 13.30-18.00 akan digelar diskusi dan pembacaan puisi. Menurut Zubaidah Djohar dari ‎Timang Research Center‬, penyelenggara acara ini, dalam postingnya di media sosial sejumlah narasumber akan mengisi diskuri bertajuk “Tafakkur Gelombang Raya: Mata Perempuan Menyingkap Damai” itu.
Mereka adalah Eka Srimulyani, Reza Idria, Syarifah Rahmatillah, Muslahuddin Daud, Sri Wahyuni Bener Meriah, Saifuddin Bantasyam, Norma Manaloe, Tw Husin, Wiratmadinata dan Zubaidah Djohar sendiri. Diskusi akan dimoderatori Fuad Mardhatillah. Dalam kegiatan itu akan tampil juga sejumlah pembaca puisi dan kelompok musikasiliasi puisi seperti Herman RN, Nazar Shah Alam, GemaSastrin FKIP Unsyiah dan Teater Rongsokan.
Selain itu, malamnya, Sabtu 26 Desember, sejumlah seniman juga memperingati 11 tahun tsunami di Taman Budaya Banda Aceh. Acara itu diberi tajuk “Malam Refleksi Tsunami Aceh Melalui Pementasan Seni Teater, Puisi dan Lukis”. Para pembaca puisi antara lain penyair nasional LK Ara, Din Saja, Sulaiman Juned dan Muhrain. Acara digelar mulai pukul 20.00 WIB. “Insya Allah akan ikut baca puisi tanggal 26 di Taman Budaya bersama penyair Din Sàja, Sulaiman Juned, Muhrin, dkk,” tulis LK Ara di akun media sosialnya.
Sementara sehari sebelumnya, Jumat malam, 25 Desember 2015, sejumlah seniman juga memperingati tsunami di Langsa, Aceh Timur, dengan membaca puisi. Acara digelar di Stroom Coffee, Langsa. Dimalam 11 tahun gelombang raya diperingati (dengan) baca puisi,” tulis Penyair Zab Bransah, dalam akun Facebooknya. Menurut dia, puisi yang hadir tadi malma semuanya untuk mengenang peristiwa tsunami yang meluluh-lantakkan Serambi Mekkah pada 26 Desember. “Menjadi sebuah renungan bagi kita semua untuk dikenang.” [R]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *