Seniman Jambi Firdaus Khatami Berpulang

Dunia kesenian Indonesia kembali berduka. Seorang seniman Jambi, Firdaus Khatami, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor bersama isterinya, Aprileni, Selasa malam, 29 Desember 2015 sekitar pukul 19.30 Wib. Sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil truk colt di Jalan Lintas Sumatera Km. 28 Dusun Talang Lindung, Desa Muara Belengo, Pamenang, Merangin.
Adapun istrinya mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit. “Kita sangat merasa kehilangan. Dia saya kenal sebagai seorang pekerja keras. Almarhum penyuka sastra-sastra lisan seperti seloko, pantun dan juga sastra-sastra modern,” sebut EM Yogiswara, seorang seniman daerah itu, seperti dikutip JambiUpdate.co.
Duka mendalam kehilangan Firdaus juga menyeruak media sosial. Penyair Aceh, D. Kemalawati, dalam status Facebooknya menutur bahwa ia terakhir bertemu dengan Firdaus pada acara Kongres Kesenian Indonesia (KKI) III di Bandung, 1-5 Desember 2015. “Pertemuan awal bulan dengan seniman Jambi Firdaus Al-Khatami di Kongres Kesenian Indonesia ternyata adalah pertemuan terakhir bagi saya di dunia ini. Sosok unik dengan ide brilian yang menghujani persidangan KKI 3 dengan interupsi-interupsinya kini telah menghadap Ilahi Rabbi,” tulis Kemalawati.
Penyair Mustafa Ismail juga mengaku terakhir kali bertemu dengan Firdaus di Kongres Kesenian Indonesia. Ketua Bidang Program Dewan Kesenian Tangerang Selatan, Banten, itu mengaku mengenal Firdaus sejak tahun 1996. “Ia sosok yang sangat bersahabat. Meski jarang jumpa, tapi pertemuan dengannya selalu hangat. Kami juga kadang saling sapa di media sosial,” ujar Mustafa sambil menambahkan kerap bertemu Firdaus di forum-forum sastra nasional.
Ucapan duka juga datang dari kritikus sastra Maman S Mahayana. “Turut berbela sungkawa sedalamnya,” tulisnya di kolom komentar Penyair Asrizal Nur yang meneruskan kabar duka di statusnya. “Meninggal lagi seniman dan sastrawan, selamat jalan kawan, semoga Allah mengampuni dosamu, menerima amal ibadahmu,” tulis Asrizal, penyair asal Riau yang juga Ketua Harian Dewan Kesenian Depok.
Adapun sastrawan/dramawan Sulaiman Juned mengaku terakhir bertemu Firdaus di Jambi dalam acara Pertemuan Sastrawan Balai Bahasa Regional Sumatera (2015). Cerpenis ‎Sunlie Thomas Alexander‎ di laman facebookFirdaus Al-Khatami menulis: “Selamat jalan Kawan. Temuilah Tuhanmu. Engkau seorang sobat baik yang pernah kumiliki. Akan kukenang dirimu.”
Lalu, seniman Bandung, Gusjur Mahesa, menulis, “Turut berduka sedalam-dalamnya sahabatku Firdaus Al-Khatami.
Terakhir ketemu beliau di KKI III di Bandung. Semoga surga merindukanmu,” tuturnya sambil memposting foto Firdaus di arena KKI Bandung.
Firdaus lahir di Prabumulih, 13 Januari 1968. Ia giat melakukan riset mandiri tentang tradisi lisan dan heritage. Ia menulis puisi, essai, naskah dan manuskrip teater serta film. Ia juga aktif di Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jambi, Humaniora Institute, dan sebagai Sekretaris Dewan Kesenian Jambi. [R]
KETERANGAN FOTO:
Firdaus (tengah, berjaket rada orange) di KKI III Bandung. Foto ini dikutip dari akun Facebook Gusjur Mahesa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *