Cara Membuat Metafora dengan Tepat

OLEH: Ahmad Yulden Erwin

Metafora adalah jenis bahasa figuratif yang berbentuk majas perbandingan langsung. Ada tiga syarat yang wajib dipenuhi dalam membuat metafora. Apa saja syarat-syarat itu?

Syaratnya: 1) Ada topik. 2) Ada kendaraan metaforik. 3) Ada kemiripan antara topik dengan kendaraan metaforiknya.

Fungsi metafora atau majas perbandingan lainnya adalah membuat konsep abstrak menjadi konkret, atau membuat yang konkret menjadi lebih konkret.

Misalnya, topik: sedih. Sedih adalah konsep yang abstrak. Nah, untuk membuatnya menjadi konkret atau menjadi terbayang di benak pembaca, maka harus dibuat jadi metafora.

Metafora yang baik membutuhkan kendaraan metaforik yang konkret agar mampu terbayang di benak pembaca. Selain itu, kendaraan metaforik harus memiliki kemiripan dengan topik yang hendak diperbandingkan. Adapun kendaraan metaforik (atau biasa disebut metafora saja) terdiri dari beberapa jenis:
1. Metafora fauna.
2. Metafora antropomorfisme (yang berhubungan dengan manusia).
3. Metafora sinestetik (gabungan dua atau lebih persepsi inderawi).
4. Metafora flora, dll.

1.) Contoh Metafora Sederhana: Kumbang dengan seluruh kaki patah. (Puisi “Kesedihan”, karya Pablo Neruda).
Topik = Kesedihan.
Kendaraan metaforik fauna = kumbang dengan seluruh kaki patah.
Kemiripan = kumbang yang seluruh kakinya patah nampak menderita dan tak lama kemudian akan mati sehingga menimbulkan kesedihan bagi orang yang melihatnya.

2. Contoh Metafora Kompleks: Sejarah pahit gula. (Puisi “Omeros”, karya Derek Walcott).
Topik: Kolonialisme di Karibia.
Metafora: Sejarah pahit gula, gabungan dari metafora antropomorfisme (sejarah), sinestetik (pahit), dan flora (tebu atau gula).
Kemiripan: Kolonialisme adalah ironi “pahit” dari sejarah “manis” peradaban manusia.

Terima kasih. Selamat mencoba membuat metafora dengan tepat.

——————————————————–

ODE BAGI KESEDIHAN

Karya Pablo Neruda

Kesedihan, kumbang
dengan seluruh kaki patah,
mangsa terbungkus
sarang laba-laba,
akal-bulus tikus,
belulang anjing betina:
Dilarang masuk di sini.
Jangan datang lagi.
Pergi.
Pulanglah
selatan bawa saja payungmu,
pulanglah
utara bawa sekalian taring ularmu.
Seorang penyair tinggal di sini.
Tak ada kesedihan
boleh melewati ambang ini.
Melalui jendela ini
datanglah kembali nafas dunia,
mawar merah segar,
bendera dibordir dengan
kemenangan kaum terhina.
Tidak.
Jangan masuk.
Kepakkan
sayap kelelawarmu,
akan kuinjak bulu-bulu
yang jatuh dari mantelmu,
akan kusapu potongan-potongan
bangkaimu ke empat penjuru angin,
akan kucekik lehermu,
akan kujahit pelupuk matamu,
akan kugunting kain kafanmu,
kesedihan, dan mengubur belulang hewan pengeratmu
di bawah teduhnya sebatang pohon apel musim semi.

————————————————————————————–
Esai dan Terjemahan Puisi @ Ahmad Yulden Erwin, 2012 – 2015. Esai ini dikutip dari akun facebook penulisnya.
———————

Comments

Leave a Comment

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>