Yang Terhormat Tuan Pencuri

Yang Terhormat Tuan Pencuri

Cerpen : Saiful Bahri | Sungguh, Pencuri itu telah kami pertuankan! Setulusnya, Pencuri itu telah kami pertuankan! Kala masa kalut menerpa selingkar batas tanah kampung kami, sesungguhnya kami sangat sadar bahwa Pencuri-Pencuri itu adalah sebenar-benarnya pencuri. Kala masa kalut itu kami diperangkapkan untuk selalu mengingkarkan kepercayaan dan keyakinan kami akan jati diri si Pencuri bahwa ia itu memang utuh seorang pencuri. Kala masa kalut itu kami dipaksa untuk tak secuil pun punya anggapan yang berani-beraninya…

Read More

Abang Garang Berlidah Pendek

Abang Garang Berlidah Pendek

Cerpen : Saiful Bahri Ketika laut belakang kampung kami datangkan pasang perbani subuh tadi, pawang segala pawang hanya tercengang-cengang berkacak pinggang di simpang segala simpang. Pawang-pawang kampung sekali ini hilang rangsang. Zaman kejayaan pawang-pawang kampung mendadak saja tergerus, hangus, putus-putus! Peta kuasa pawang-pawang kini terhapuskan sudah! Masa berganti! Masa berganti! Ini masa, masa Abang. Abanglah yang berkuasa. Kampung dalam genggaman Abang. Pawang-pawang tak berkutik. Kami, penghuni kampung, termasuk adik-adik Abang, sanak-famili Abang, saudara-saudara jauh-dekat Abang,…

Read More

Celaka 12

Celaka 12

Cerpen: Saiful Bahri | Di bawah cahaya bulan purnama, di mulut kuala, di hamparan empuk pasir hangat pantai Panteraja, kedua dua manusia tua itu bercengkrama, mengurut-urut penggalan kisah hidup yang hampir luput. Angin asin yang berhembus lurus mengiring asing sebuah biduk kecil yang larut melaut. Riak kecil  laut yang tenang bersitkankan bayang jingga bulan tembaga dari balik hutan bakau yang merisau. Kek Sawang dan Kek Leman sesekali terkekeh ketika kenangan lucu itu kembali mengharu dan melesak-lesak di…

Read More

Tukang Kebiri

Tukang Kebiri

Cerpen: Saiful Bahri | Di musim badai tukang-tukang sering luput rezeki. Pintu-pintu rezeki mereka seakan menggaib dari kesahajaan siang-siangnya dan malam-malamnya. Tukang-tukang meradang, mencerca nasib, mencabik harap, membungkam duka lara. Musim badai, musim gusar yang hitamkan masa bermasa gairah lelah tukang-tukang.

Read More
1 2 3