Sastra Reboan, “Dalam Catatan” Yang Tak Sekedar Catatan

Sastra Reboan, “Dalam Catatan” Yang Tak Sekedar Catatan

OLEH: YO SUGIANTO, Pengelola Sastra Reboan | DALAM puisi “Kesaksian” yang dilagukan oleh Kantata Takwa dengan indahnya, WS Rendra mencatat gejala jaman saat itu dengan mata hari kepenyairannya. Catatan yang tetap relevan dengan kondisi saat ini, dan juga tetap penting untuk terus dibaca. Untuk mengingatkan kita, bahwa penyair selalu mencatat jamannya.

Read More

Realita Aceh itu Terbatas, tapi Imajinasi Rakyatnya Tidak

Realita Aceh itu Terbatas, tapi Imajinasi Rakyatnya Tidak

Oleh : Musmarwan Abdullah | @Musmarwan_Abd | Cerpenis Aceh | …. “Aceh 2025” atau “Aceh Gagal” Bertapa tipisnya sekat pemisah antara menghayal dan berpikir. Ini ibarat sebuah novel yang ditulis di Aceh pada tahun 2015 dengan judul “Aceh 2025”, dengan sebuah novel lain yang ditulis di negeri yang sama pada tahun 2025 dengan judul “Aceh 10 Tahun yang Lalu”, yang mana, titik pijakannya adalah sama. Yakni, hari ini.

Read More

Luka Itu Membutuhkan Puisi

Luka Itu Membutuhkan Puisi

Tulisan ini adalah makalah Donny Danardono, Dosen Filsafat UNIKA Soegijapranata, yang disampaikan dalam acara Membaca dan Menelaah “Pulang Melawan Lupa” (buku puisi Zubaidah Djohar) di Teater Thomas Aquinas, Gedung Thomas Aquinas Lantai 3, Unika Soegijapranata, Jl. Pawiyatan Luhur IV/1, Semarang, Selasa, 28 Mei lalu.

Read More

Kepala

Kepala

Oleh: Irman Syah, penyair | Dalam kenyataan keseharian, entah kenapa, setiap kita menemukan ragam manusia berbondong-bondong bergerak, melangkah dan menyuarakan sesuatu dengan pikirannya yang sempit. Menilai dan menuduh manusia lain dengan caranya sendiri tanpa mempertimbangkan banyak hal yang semestinya diteliti atau ditelusuri dulu lebih jauh. Maka, wajar saja kita melihat parade-parade kepala yang kian menonjolkan dirinya sendiri sebagai sesuatu dan satu-satunya yang mesti dipandang benar. Di jalan-jalan, di gedung-gedung, di parlemen, di rumah-rumah tangga, dan…

Read More

Imajinasi yang Melahirkan Sejarah

Imajinasi yang Melahirkan Sejarah

Oleh: Remmy Novaris DM, penyair | SENJA HARI. Awan gelap menggantung di langit selatan. Perlahan menutup seluruh langit senja dengan suara guntur. Aku dan Syahnagra tak cemas berada di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. selepas acara peluncuran buku di PDS HB Jassin. Kami menuju ke tenda cafe dan duduk di sana. Syahnagra memesan kopi hitam, aku memesan secangkir cappucino. Kami pun menikmati dengan penuh percakapan. Pada saat kami mulai saling membual, kami melihat Sutardji…

Read More

Berlibur dari Honor Menulis

Berlibur dari Honor Menulis

OLEH: DIANING WIDYA, Novelis | BLOG: DIANING.WORDPRESS.COM | TWITTER: @DIANINGWY PAGI itu, setelah kesibukan di rumah sejenak reda, saya meraih sebuah koran yang tergeletak di meja, yang belum sempat saya sentuh sejak diantar loper sekitar pukul enam pagi. Saya memang bangun agak siang. Masih tersisa kelelahan sehabis liburan ke Yogyakarta. Saya istirahat sejenak sambil menunggu asisten rumah tangga datang. Bagi anak-anak, ini hari pertama masuk sekolah setelah liburan.

Read More

Suara Alam, Suara Jiwa: Hati yang Menari

Suara Alam, Suara Jiwa: Hati yang Menari

OLEH IRMAN SYAH | Kepadamu, wahai alam raya yang menggairahkan nafas kehidupan. Membangkitkan gelora dan pertumbuhan rasa atas pertemuan manusia seadanya. Arafah yang mengedipkan cinta kasih antara pasangan kehidupan yang melahirkan anak-anak zaman. Alam rimba, hutan dan seisinya menyaring tingkah-laku hidup dari asmara yang meggila. Satu demi satu tetesannya itu lahir bertumbuhan serta mempertengkarkan kedudukan dan kekuasaan. Menikmati pembunuhan yang keji sekedar untuk mengatakan kau penguasa. Wahai diri yang selalu menyuarakan kedamaian sendiri dan kelompok…

Read More

Perkembangan Teori dan Kritik Sastra Indonesia

Perkembangan Teori dan Kritik Sastra Indonesia

Oleh: Maman S. Mahayana, kritikus sastra dari Universitas Indonesia | Honorable Professor pada Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan | Teori sastra (literary theory)1 di Indonesia secara praksis sering kali dipahami juga sebagai kritik sastra (criticism).2 Sementara kritik sastra tidak jarang diperlakukan sebagai pendekatan (approaches to literature).3 Dalam hal ini, kritik sastra dianggap merupakan pendekatan yang dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk berbagai kepentingan penelitian terhadap karya sastra konkret. Demikianlah, dalam banyak perbincangan, baik teori…

Read More

Membaca Panorama Cerpen Korea

Membaca Panorama Cerpen Korea

Oleh: Maman S. Mahayana, kritikus sastra dari Universitas Indonesia | Honorable Professor pada Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan | Apa yang dikatakan Alexandre Sergevich Pushkin (1799—1837), tokoh pembaharu kesusastraan Rusia, tentang seorang penerjemah? “Penerjemah itu laksana kuda beban. Ia membawa harta kebudayaan sebuah bangsa dari satu negeri ke negeri lain.” Begitulah, berkat peran yang dimainkan seorang penerjemah, bangsa yang berada di negeri lain itu, serta-merta dapat menikmati harta kebudayaan bangsa lain. Terjadi pengenalan…

Read More

Menjadi Penulis Bisa Kaya? Buktikan Saja

Menjadi Penulis Bisa Kaya? Buktikan Saja

Oleh: Dianing Widya | penulis novel “Sintren” (lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007), Nawang (2007), Weton (2010) | Twitter: @dianingwy | salah seorang admin @TulisSaja | Tulisan ini adalah bahan seminar menulis | MENGAPA MENULIS? PERNAHKAH Anda memiliki keinginan untuk dikenal orang banyak, memiliki rumah sendiri, memiliki mobil bagus, juga jalan-jalan ke berbagai kota bahkan negara? Semua itu hanya bisa diwujudkan dengan bekerja keras. Salah satunya dengan menulis. Mengapa? Menulis juga salah satu kegiatan yang…

Read More
1 2 3