Dia, Sangkarib dan Sekarung Kapas

Dia, Sangkarib dan Sekarung Kapas

Guspar Wong adalah pekerja kebudayaan yang berdomisili di Semarang, Jawa Tengah. Lelaki kelahiran Madiun, Jawa Timur, 14 April ini, pendiri sekaligus penggerak pesantren kebudayaan Surau Kami. Ia juga pendiri dan pengelola Pesantren Tahfidz Qur’an. Puisi yang ditampilkan di sini adalah salah satu pemenang hiburan Lomba Cipta Puisi Esai Hadiah Denny JA yang diadakan oleh Jurnal Sajak. Namun, ketika ia mengirimkan karya ke lomba itu, ia menggunakan nama KTP-nya, Rahmad Agus Supartono.

Read More

Puisi Twitter Terompet Tahun Baru

Puisi Twitter Terompet Tahun Baru

Puisi-puisi mengalir bagai air bah sejak akun twitter @infosastra menggelorakan para follower untuk merespon tahun baru dengan puisi pendek yang kami sebuat progam #Puisi140Karakter. Program ini kami luncurkan bermisi pembelajaran dengan mengajak follower @infosastra lebih peka dengan persoalan di sekeliling kita. Sebab, banyak hal penting di sekitar kita lewat begitu saja karena kita tidak peka meresponnya. Karena bersifat pembelajaran itu pula, dalam pemilihan puisi-puisi ini, para kurator yang kami undang secara cuma-cuma — dan ternyata…

Read More

Puisi-Puisi Twitter untuk Mengenang Tsunami

Puisi-Puisi Twitter untuk Mengenang Tsunami

Selama seharian kemarin, Rabu 26 Desember 2012, Info Sastra lewat akun twitter @infosastra menggulirkan ajakan membuat puisi tentang tsunami dengan hastag #puisitsunami. Lalu, puisi-puisi pun berdatangan begitu banyak. Tentu, tidak semua bisa dipilih, antara lain karena keterbatasan ruang. Namun, pilihan ini – meski lebih dari 20 seperti pernah disebutkan admin @infosastra – bisa mewakili suara hati khalayak dari “dunia maya” terhadap musibah tsunami delapan tahun lalu di Aceh. Terima kasih kepada sahabat sastra yang telah…

Read More

Puisi Penyair Indonesia tentang Tsunami

Puisi Penyair Indonesia tentang Tsunami

Hari ini, delapan tahun lalu, 26 Desember 2004, gempa dahsyat yang diikuti tsunami menghantam Aceh. Ratusan ribu orang menjadi korban. Nah, untuk mengenang mereka yang pergi bersama tsunami, Info Sastra menurunkan serangkaian puisi-puisi tentang tsunami dari sejumlah penyair Indonesia. Puisi-puisi tersebut dikutip dari berbagai sumber, seperti buku Syair Tsunami (Editor LK Ara dan Mustafa Ismail), milis, blog, dan sebagainya. Hak cipta pada penyair masing-masing.

Read More

Puisi-Puisi Nezar Patria

Puisi-Puisi Nezar Patria

Puisi-puisi Nezar Patria ini dimuat di Kompas, Minggu, 16 Desember 2012. Info Sastra mengutip puisi ini karena sangat menarik. Sajak Malin Kundang, misalnya. Ia mencoba bermain-main dengan tafsir “liar” terhadap mitos Malin Kundang. Puisi ini mencoba menyusun imaji lain dari kisah itu: Malin Kundang tak lagi seorang anak durhaka yang menjadi batu, tapi sebuah metamoforsa “terbalik” yakni kutukan dari kupu-kupu menjadi kepompong batu. Memang, salah satu kekuatan puisi adalah pada gagasan imajinatif. Sebuah tema yang…

Read More

Puisi yang Dibacakan Pada Malam "Rindu Rendra"

Puisi yang Dibacakan Pada Malam "Rindu Rendra"

Pergelaran “Rindu Rendra” di Taman Ismail Marzuki, Jumat, 7 Desember 2012, malam lalu ramai. Gedung Graha Bhakti Budaya, tempat acara itu berlangsung, penuh sesak. Sebagian terpaksa berdiri atau duduk di tangga karena tak mendapatkan tempat duduk. Sejumlah seniman yang ikut membaca puisi dalam acara itu, antara lain, Ratna Sarumpaet, Clara Sinta, Jose Rizal Manua, Slamet Widodo dan Linda Djalil. Adapun Adi Kurdi membawa monolog Rendra berjudul “Penembahan Reso”. Selain itu, ada pula Teater Ruba Panter…

Read More

Deny Pasla, Penyair Romantik dari Aceh

Deny Pasla, Penyair Romantik dari Aceh

Deny Pasla salah seorang penyair terkemuka di Aceh. Ia memilih arus puitikal berbeda dengan banyak penyair di Aceh seangkatannya yang cenderung “meledak-ledak” dan “frontal” dalam menyampaikan sikap dan kesaksiannya. Sajak-sajak Deny lebih lembut, lebih kontemplatif, bahkan cenderung romantik. Namun itu semua tanpa meninggalkan daya dorongnya untuk menyikapi beragam persoalan di Tanah Rendong. Penyair ini lahir di Langsa 22 November 1968. Aktif menulis sajak, cerpen, esai, dan opini sejak 1980-an di media sejumlah media, seperti Serambi…

Read More

Puisi-Puisi Hamka

Puisi-Puisi Hamka

Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan nama HAMKA, selain dikenal ulama yang noveli, ia juga menulis puisi. Novelnya yang paling kesohor adalah “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” dan “Di Bawah Lindungan Kaabah”. Hamka lahir di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan wafat di Jakarta pada 24 Juli 1981. Ia pernah menerima sejumlah penghargaan seperti Doctor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar pada 1958 dan Doktor Honoris Causa…

Read More

"Kalau Kau Rindu Aku" Launching dan Bedah Buku puisi Dharmadi

"Kalau Kau Rindu Aku" Launching dan Bedah Buku puisi Dharmadi

Setelah buku kumpulan puisinya yang berjudul “Aura” dan beberapa buku lainnya, lelaki penyair kelahiran Semarang yang biasa disapa pak Dharmadi ini akan kembali meluncurkan kumpulan puisinya yang berjudul “Kalau Kau Rindu Aku” di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada hari Sabtu, 30 Juni 2012 mulai pukul 14.00WIB  – selesai. Kumpulan puisi Dharmadi ini akan dibedah oleh Medy Loekito, Soesi Sastro dan Leonowens. Sementara musikalisasi akan dibawakan oleh Jodhi Yudono. Acara terbuka…

Read More
1 2 3