Sri Ayati, Wanita dalam Senja di Pelabuhan Kecil Chairil Anwar

Sri Ayati, Wanita dalam Senja di Pelabuhan Kecil Chairil Anwar

OLEH: Adri Darmadji Woko, penyair. | PENYAIR Chairil Anwar, dikenal sebagai pengagum perempuan. Ada beberapa nama perempuan yang setidaknya tinggal di hati Chairil Anwar. Namun tidak semua perempuan dapat digaetnya. Salah satunya Sri Ayati. Nama Sri Ayati diabadikan Chairi Anwar dalam sajaknya yang berjudul “Senja di Pelabuhan Kecil”.

Read More

Husnul Khuluqi di Antara Pabrik dan Puisi

Husnul Khuluqi di Antara Pabrik dan Puisi

OLEH: IWAN GUNADI, esais dan apresiator sastra, tinggal di Tangerang. | KETIKA pertama kali melihatnya di sebuah pertemuan sastra di Tangerang, Banten, sekitar pertengahan 1996, lelaki muda itu tak mengesankan seorang buruh pabrik. Penampilannya rapi dengan kemeja yang dimasukkan ke celana pantalon. Kulitnya putih bersih, walau urat-urat yang menjalar di tangannya tampak menonjol. Rambutnya yang dipendek disisir rapi dengan belahan di sebelah kiri. Wajahnya manis. Bahasa tubuhnya lembut dan sopan. Begitu juga tutur katanya yang…

Read More

Budi Darma: Antara Takdir dan Absurditas Manusia

Budi Darma: Antara Takdir dan Absurditas Manusia

OLEH: IMAM MUHTAROM | Budi Darma secara konsisten mengatakan bahwa kepengarangannya disebabkan oleh takdir. Bakat, kemauan, dan kesempatan menulis hanyalah rangkaian pernyataan takdir. Budi Darma mendapat julukan penulis serba bisa. Salah seorang tokoh prosa Indonesia Angkatan 1970-an, ini dikenal sebagai pengarang yang revolusioner pada masa itu. Bahkan, Prof. A. Teeuw menilainya sebagai pengarang yang paling berhasil dalam usaha pembaruan, khususnya dalam hal teknik fiksi dan isinya. Penulis kelahiran Rembang, Jawa Tengah, pada 25 April 1937…

Read More

Fatin Hamama, dari Puisi Hingga Film India

Fatin Hamama, dari Puisi Hingga Film India

Nama Fatin Hamama dalam setahun terakhir ini ramai dibicarakan. Itu tak lain karena ia terlibat menjadi editor sejumlah buku puisi esai karya sejumlah penyair. Penerbitan buku itu disebut-sebut disponsori oleh Denny JA. Nama Denny mendadak terkenal di dunia sastra karena menerbitkan buku kumpulan puisi — yang diklaim sebagai puisi esai — termasuk berbagai kegiatan lain, seperti lomba, untuk mendongkrak puisi tersebut.

Read More

Sulaiman Juned, Motivator Penulis Muda

Sulaiman Juned, Motivator Penulis Muda

Rumah itu tidak terlalu luas. Hanya punya sebuah ruang tamu dan dua kamar. Ukuran ruang tamu itu sekitar 2 x 3 meter. Namun siapa sangka, ruangan yang tidak besar itu menjadi tempat berkumpulnya para penulis muda Kota Padangpanjang. Hampir setiap waktu. Rumah di Jalan Dr. A. Riva’i No. 146 Kampung Jambak, Guguk Malintang, Padangpanjang itu, merupakan rumah kontrakan Sulaiman Juned, S.Sn, M.Sn., Dosen Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padangpanjang. Di rumah itulah Sulaiman Juned memotivasi…

Read More

Umbu Landu Paranggi Berumah dalam Kata-kata

Umbu Landu Paranggi Berumah dalam Kata-kata

Putu Fajar Arcana | Sumber: Kompas, 18 November 2012 | Penyair selalu menempuh jalan sunyi dengan misi suci. Sunyilah yang menginspirasi untuk melahirkan buah berkah bagi kedalaman kemanusiaan. Percik permenungan yang dituliskannya adalah sari-sari dari kejujuran untuk membangun moralitas. Umbu Wulang Landu Paranggi (69) masih seperti dulu. Cuma dalam dua pertemuan akhir Oktober 2012 di Denpasar, ia tampak lebih kurus. Tetapi, jelas, riak-riak kreativitas dan simpanan energi di dalam dirinya seperti empasan ombak Pantai Sindu,…

Read More

Puisi-Puisi Hamka

Puisi-Puisi Hamka

Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan nama HAMKA, selain dikenal ulama yang noveli, ia juga menulis puisi. Novelnya yang paling kesohor adalah “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” dan “Di Bawah Lindungan Kaabah”. Hamka lahir di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan wafat di Jakarta pada 24 Juli 1981. Ia pernah menerima sejumlah penghargaan seperti Doctor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar pada 1958 dan Doktor Honoris Causa…

Read More

Ahmad Tohari

Ahmad Tohari

Ahmad Tohari lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948.  Ia menamatkan SMA di Purwokerto.  Ia pernah kuliah di Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970),  Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Sosial Politik Universitas Sudirman (1975-1976).   Ahmad Tohari juga pernah menjadi staf redaktur harian Merdeka, majalah Keluarga dan majalah Amanah.   Pada 1990 ia mengikuti International Writing Programme di Iowa City, Amerika Serikat dan memperoleh penghargaan The Fellow of…

Read More